SUMEDANG–Kendati berkali-kali diingatkan tidak ada pengangkatan langsung tenaga honorer jadi CPNS baru, nyatanya masih saja ada yang tertipu. Dan ini terjadi di Kabupaten Sumedang. Tercatat ada 60 orang tenaga honorer dari berbagai daerah menjadi korban penipuan berkedok CPNS baru. Untuk bisa menebus surat keputusan (SK) CPNS baru, mereka harus menebus Rp170 juta. Celakanya SK yang ditebus itu adalah SK palsu. Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan ikut langsung pengungkapan kasus penipuan itu. Pengungkapan ini hasil kerjasama BKN dengan Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor. Kasus ini berhasil dibongkar Rabu malam (28/2) lalu. ”Saya dua malam lembur di Sumedang ikut menangani kasus ini,” katanya. Dia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga honorer maupun masyarakat umum yang ingin jadi CPNS baru. Ridwan menjelaskan modus operandi penipuan yang melibatkan komplotan terdiri dari lima orang itu. Dia mengatakan komplotan ini menyasar para tenaga honorer. Profesinya campuran mulai dari guru, tenaga kesehatan, sampai tenaga administrasi. Para korban ini berasal dari Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, sampai Papua. Untuk meyakinkan kejahatannya, komplotan ini mencatut nama Plh Kepala Kantor Regional BKN Bandung, Usman. Sampai akhirnya Usman melaporkan kasus ini sekaligus sebagai pencemaran nama baik. Ridwan mengatakan untuk tanda jadi atau uang muka, para korban diminta uang berkisar Rp5 juta sampai Rp15 juta. ”Agustus dijanjikan SK keluar dengan total biaya Rp170 juta. Padahal itu SK palsu,” tuturnya. Dia mengapresiasi kinerja kepolisian yang bertindak cepat menangani kasus ini. Sehingga korban tidak sampai bertambah banyak. Ridwan berharap dari kasus ini, tidak ada lagi masyarakat yang tertipu iming-iming menjadi CPNS lewat jalur di luar proses seleksi resmi. Dia menegaskan kalaupun ada rekrutmen CPNS baru dari tenaga honorer, tetap harus menjalani proses seleksi sesuai dengan amanah UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ridwan juga mengatakan seluruh informasi rekrutmen CPNS baru disampaikan melalui kanal resmi BKN atau Kementerian PAN-RB. Pesan itu juga dia sampaikan di depan para korban yang hadir di Sumedang. Dalam kasus ini Ridwan mengatakan belum ditemukan keterlibatan oknum internal BKN. Meskpun begitu dia mengatakan BKN terbuka dan siap bekerjasama dengan kepolisian jika ada keterlibatan ”orang dalam” BKN. Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Dede Iskandar mengatakan kelima orang komplotan penipiuan CPNS baru itu ditangkap di dua lokasi berbeda di Jatinangor. Dari penangkapan itu polisi menyita sejumlah dokumen, laptop, EDC BRI, handphone, dan beberapa barang lainnya. Dia menjelaskan kasus ini akan terus dikembangkan untuk memburu otak pelakunya. Tim Polres Sumedang akan terus mengawal kasus ini supaya tidak ada lagi korban di kemudian hari. Sebelum pengungkapan kasus di Sumedang itu, BKN sempat merilis beredarnya surat palsu mengatasnamakan BKN Kantor Regional IV Makassar. Dalam surat itu dilampirkan nama-nama orang yang bakal diangkat menjadi CPNS baru per 1 Maret 2018. BKN memastikan surat tersebut palsu. Jika ada masyarakta yang menerima surat seperti itu, diharap waspada dan tidak memercayainya. Terkait hal itu, Jawa Barat masuk kategori rawan penipuan CPNS baru. Januari 2017 lalu misalnya, terbongkar kasus penipuan CPNS baru. Terbongkarnya kasus ini karena seratus lebih korban penipuan CPNS baru berkumpul di Gedung Sate Pemprov Jawa Barat. Mereka sudah membayar puluhan juta rupiah, dan diharuskan datang ke Gedung Sate untuk mengikuti pembekalan. Nahas, setelah berkumpul di Gedung Sate, para korban lemas karena mereka baru sadar menjadi korban penipuan. Sebab tidak ada rekrutmen CPNS baru oleh Pemprov Jawa Barat kala itu. (wan/rie)
Kasihan, Honorer di Sumedang Tertipu SK Palsu PNS Seharga Rp170 Juta
Senin 05-03-2018,00:01 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-03-2026,15:00 WIB
BBM di Negara Lain Meroket, RI Masih Stabil, Netizen: Hebat Ya Bahlil!
Rabu 25-03-2026,14:19 WIB
Wali Kota Cirebon Sidak ASN Hari Pertama Kerja, Kehadiran Tembus 99 Persen
Rabu 25-03-2026,16:01 WIB
Kirab hingga Sandiwara, Sanggar Mancur Jaya Gaungkan Tradisi Adat dan Budaya Cirebon
Rabu 25-03-2026,15:30 WIB
Hindari Puncak Arus Balik, Pemerintah Imbau Masyarakat Maksimalkan WFA
Rabu 25-03-2026,13:40 WIB
10 Cafe Tengah Kota di Cirebon yang Estetik dan Nyaman untuk Nongkrong dan WFC
Terkini
Kamis 26-03-2026,12:30 WIB
Rekomendasi 12 HP Terbaik 2026 dari yang Murah hingga Flagship dengan Spek Gahar
Kamis 26-03-2026,12:00 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Cirebon Tunjukkan Perubahan Perilaku Positif Siswa
Kamis 26-03-2026,11:34 WIB
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Pasekan Indramayu, Kerugian Capai Rp150 Juta
Kamis 26-03-2026,11:04 WIB
6 Cafe 24 Jam di Cirebon, Ini Daftar Pilihan Nongkrong dan Nugas Tanpa Batas Waktu
Kamis 26-03-2026,11:00 WIB