Tsunami 57 Meter di Pandeglang Hanya Simulasi

Sabtu 07-04-2018,02:02 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

PREDIKSI gempa besar di Jawa bagian barat oleh peneliti tsunami di Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko membuat geger. Banyak yang khawatir gempa itu bakal terjadi dalam waktu dekat. Dalam seminar terbuka yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Selasa (3/4), Widjo memprediksi terjadinya gempa megathrust di daerah subduksi di selatan Jawa sampai Selat Sunda. Gempa itu bisa berkekuatan 9 SR dan memicu gelombang tsunami setinggi 57 meter. Titik gempa tersebut di Jawa bagian barat. Gelombang setinggi 57 meter diprediksi bisa terjadi di Pandeglang, Banten. Sontak, kabar itu membuat netizen merinding. Terutama yang tinggal di sekitar Pandeglang. Widjo mengatakan, angka 57 meter tersebut sebenarnya muncul dari skenario simulasi yang dilakukannya melalui perhitungan-perhitungan khusus. Pemodelan pada simulasinya dilakukan dengan sumber data hasil kajian ilmiah. Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan, isu tsunami itu masih sebatas pemodelan ilmiah. Potensi tsunami di Jawa bagian barat yang dimaksud adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi model komputer. Simulasi menggunakan sumber tsunami dari gempa bumi di tiga titik potensi gempa bumi ”megathrust”, Enggano, Selat Sunda, dan Jawa Barat bagian selatan. Jadi, masyarakat diminta tidak galau dan terpengaruh. Unggul menuturkan, munculnya tsunami itu dipicu adanya gempa besar. Sampai sekarang, perkembangan teknologi belum bisa memprediksi kapan gempa terjadi, di mana, dan kekuatannya seberapa besar. ’’(Gempa, Red) bisa satu jam lagi, bisa besok, bisa seribu tahun lagi, bisa ratusan ribu tahun lagi. Tidak ada yang tahu gempa,’’ jelasnya. Dia mencontohkan, pernah ada prediksi bahwa di California, Amerika Serikat, bakal terjadi gempa besar. Namun, ternyata sampai sekarang gempa besar itu tidak datang-datang. Unggul menjelaskan, Indonesia memang daerah langganan gempa. Menurut dia, gempa dengan kekuatan 4, 5, sampai 6 SR itu sering terjadi di penjuru Indonesia. Meski gempa cukup sering terjadi, dia mengatakan, gempa dengan kekuatan mencapai 9 SR jarang terjadi. Sekali lagi, dia menegaskan bahwa isu atau kabar tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang adalah hasil pemodelan atau simulai jika ada gempa berkekuatan 9 SR mengguncang. Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengimbau masyarakat lebih arif dalam memahami info kegempaan dan tsunami. Khususnya, ketika masih berupa kajian awal dan belum teruji, informasi tersebut belum dapat menjadi pegangan resmi untuk acuan mitigasi bencana. Dia mengatakan, pada kasus hasil kajian potensi tsunami di Pandeglang, peneliti BPPT tidak melakukan prediksi. Tetapi, melihat potensi yang masih perlu dikaji lebih lanjut berbasis data ilmiah memadai. ’’Karena peneliti tersebut tidak menyebutkan kapan akan terjadinya (gempa dan tsunami, Red) sehingga masyarakat diimbau tetap tenang,’’ jelasnya. (wan/c10/fat) Fakta Perkiraan adanya tsunami setinggi 57 meter di Jawa Barat merupakan kajian potensi yang bisa disebabkan gempa bumi berkekuatan 9 SR. Namun, di Indonesia sangat jarang gempa sebesar itu.

Tags :
Kategori :

Terkait