Tidak Semua Muslimah di Inggris Ingin Dipoligami

Jumat 20-04-2018,08:35 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

ENTAH terjadi misinformasi atau memang disengaja. Itulah yang tergambar dari tulisan sejumlah situs yang mengangkat fenomena poligami di Inggris. Dalam tulisan tersebut, seolah-olah semua muslimah di Inggris ingin dipoligami. Misalnya saja, situs suaramuslimin.com yang mengunggah tulisan berjudul Muslimah di Inggris Berbondong-bondong Ingin Dipoligami. Atau blog gagalfokusonline.blogspot.com yang membuat judul tulisan, Muslimah di Inggris Berbondong-bondong Ingin Dipoligami, Indonesia Kapan? Di dalam tulisan situs dijelaskan, saat perempuan di tanah air menentang praktik poligami, para gadis muslimah di Inggris malah berbondong-bondong menyatakan senang dipoligami (dimadu). “Dalam enam bulan terakhir, ratusan perempuan berencana menjalani ijab kabul menjadi istri kedua,” tulis Suara Muslimin. Situs Suara Muslimin menyebutkan, tulisannya berasal dari sebarhidayah.com. Namun, di dalam tulisan Suara Muslimin terdapat pula penjelasan bahwa surat kabar Daily Mail melaporkan fenomena banyaknya perempuan muslim yang ingin dipoligami berangkat dari penjelasan Mizan Raja, anggota Dewan Syariah Inggris. Dialah yang mengurus administrasi pernikahan muslim di Negeri Ratu Elizabeth. Daily Mail pernah menurunkan berita terkait dengan fenomena poligami di kalangan muslim di Inggris. Narasumbernya juga Mizan Raja. Namun, isi berita Daily Mail berbeda dengan yang ada di situs Suara Muslimin atau blog Gagal Fokus Online. Daily Mail jelas menyatakan tidak semua muslimah di Inggris meminta dipoligami. Hal itu tecermin dari judul tulisan mereka. “High-Flying Muslim Career Women Willing to ’share Husband’ because of a Lack of Suitable Man”. Menurut tulisan Daily Mail yang diunggah pada 11 Maret 2012 tersebut, beberapa wanita karir muslim di Inggris memilih bersedia poligami karena tidak memiliki kecocokan dengan sejumlah lelaki lajang.

Tags :
Kategori :

Terkait