JAKARTA-Kejadian cuaca ekstrem di beberapa daerah seperti hujan disertai puting beliung di Yogyakarta dan Minahasa, banjir di Cilegon dan Bumi Ayu pada saat musim peralihan dari penghujan menuju kemarau menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis, berkembangnya aktifitas cuaca signifikan beberapa hari ini di sejumlah wilayah, selain pengaruh dinamika cuaca lokal, giatnya aktivitas cuaca juga didukung oleh aktifnya aliran massa udara basah yang lebih dikenal dengan fenomena skala regional Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis yang merambat ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik. \"MJO memiliki siklus perambatan 30-90 hari, dan dapat bertahan pada suatu fase (lokasi perambatan yang digambarkan dalam kuadran) sekitar 3 - 10 hari,\" ungkap Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangan tertulis, Kamis (25/4). Saat ini fase basah (konvektif) MJO, jelas Herizal, terpantau sudah berada di kuadran 4, di wilayah Benua Maritim Indonesia. MJO fase ini memberikan pengaruh dalam meningkatkan suplay uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. MJO kali ini juga berkaitan dengan berkembangnya banyak pusaran di sekitar wilayah Indonesia yang memicu pemusatan massa udara dan jalur pertemuan angin (konvergensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan yang signifikan. Dari sisi iklim, kehadiran MJO ini dapat meredam suhu panas dan hari hari kering di beberapa daerah yang sudah memasuki musim kemarau.Tetapi hal itu tidak berarti musim kemarau menjadi gagal atau tertunda. MJO diperkirakan aktif hingga awal Mei nanti. Setelah itu kondisi atmosfer akan kembali cenderung kering, musim kemarau diperkirakan dominan di semua tempat di Pulau Jawa,\" kata Herizal Diketahui, puting beliung menerjang sejumlah wilayah di DIY pada Selasa (24/4). Berdasarkan data yang masuk ke BPBD Bantul hanya ada 108 rumah rusak akibat atapnya beterbangan terkena puting beliung. Kemudian pada Rabu (25/4), banjir menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, dan menyebabkan banyak kerusakan. Hujan deras sejak pukul 12.00 WIB sampai 16.30 WIB menyebabkan Sungai Erang meluap. (wb)
Analisis BMKG Soal Cuaca Ekstrim Puting Beliung dan Banjir
Kamis 26-04-2018,12:10 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 26-10-2026,18:00 WIB
iPhone 18 Pro vs iPhone 17 Pro, Ini Perbedaan Fitur Kamera, Performa, dan Baterainya
Senin 26-10-2026,19:00 WIB
Mahasiswa Cirebon Beri Rapor Merah Prabowo-Gibran, Desak MBG Dievaluasi Total
Senin 26-10-2026,19:32 WIB
Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar, Ini Pelanggaran yang Jadi Sasaran Polisi
Senin 26-10-2026,22:01 WIB
Cegah Tawuran hingga Bullying, Polisi Beri Pembinaan kepada Siswa SMPN 2 Gebang
Senin 26-10-2026,21:59 WIB
Tak Perlu Halaman Luas, 5 Tanaman Outdoor Hias Minimalis Ini Cocok untuk Hunian Modern
Terkini
Selasa 27-10-2026,16:30 WIB
Vivo V80 Punya Baterai Jumbo dan Fast Charging 90W, tetapi Bagaimana Performa Multitasking-nya?
Selasa 27-10-2026,16:03 WIB
Forkomades Desak Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di Desa Gombang Cirebon
Selasa 27-10-2026,16:02 WIB
BSU 2026 Belum Cair? Ini Informasi Terbaru dan Cara Mengecek Statusnya
Selasa 27-10-2026,15:47 WIB
Motor Klasik 2-Tak Legendaris yang Masih Diburu, dari RX-King hingga Ninja 150 RR
Selasa 27-10-2026,15:36 WIB