Hasutan SARA Pakai Nama Wiranto

Kamis 17-05-2018,01:47 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

MEREKA yang suka mengembuskan isu anti-Tionghoa terus mencari bahan. Kalau tidak menemukan yang baru, hal-hal lawas diproduksi ulang. Misalnya, hoax tentang statement Wiranto mengenai etnis Tionghoa saat berbicara dalam forum diskusi kebangsaan yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) 2017. Kemarin (15/5), Jawa Pos menemukan sebuah screenshot yang menyerupai tampilan portal berita. Dalam screenshot itu terdapat tulisan, “Wiranto: Warga Tionghoa Lebih Banyak Berperan untuk Indonesia Dari Pada Orang Arab”. Screenshot itu diunggah akun Facebook Firda Syeban Attamini sembari berkomentar, ”Bener Cina lbh berperan menghancurkan negri ini”. Unggahan Firda itu disebarkan ulang oleh akun Facebook Mang Arip sembari menulis umpatan, ’’Mata lo sowek.” Dalam screenshot itu terdapat tulisan suara politik. Dari pencarian di Google, tidak ditemukan situs berita dengan nama tersebut. Namun, paragraf pertama tulisan dalam screenshot itu sama persis dengan lead berita kompas.com yang berjudul, ”Wiranto: Saya Tak Setuju Istilah Pribumi dan Non-Pribumi”. Berita kompas.com itu menegaskan bahwa terminologi pribumi dan nonpribumi yang kerap ditujukan kepada warga keturunan Tionghoa tidak lagi sesuai dengan konsep kebangsaan saat ini. Wiranto menilai, terminologi seperti itu justru berpotensi memecah belah persatuan dan menghambat proses integrasi. Pernyataan Wiranto tersebut disampaikan dalam forum diskusi kebangsaan yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Plaza Sinarmas, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Januari 2017. Berita yang sama tidak hanya dibuat Kompas, tetapi juga beberapa portal lainnya. Di dalam berita Kompas dan portal lainnya, tidak ada statement Wiranto yang membandingkan etnis Tionghoa dengan Arab, seperti screenshot yang disebar akun Firda Syeban Attamini dan Mang Arip. Hoax tersebut ternyata barang lawas yang disebar lagi. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) pun pernah membantah kabar itu lewat akun Twitter-nya. Mereka mengunggah bantahan tersebut pada 23 Oktober 2017. Sepertinya, saat itu mereka juga menemukan unggahan screenshot seperti yang ditemukan koran ini kemarin. (gun/c6/fat) Fakta Wiranto tidak pernah mengeluarkan statement yang membandingkan etnis Tionghoa dengan Arab seperti screenshot yang tersebar di media sosial.

Tags :
Kategori :

Terkait