CIREBON-Eks lahan galian tipe c di Kelurahan Argasunya, masuk dalam usulan pengembangan wisata religi. Pilihan ini sesuai dengan kultur masyarakat setempat. Juga menimbang kebutuhan masyarakat. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP), Alimudin mengaku sudah survei lokasi. Dari situ, disimpulkan beberapa pilihan. Termasuk wisata alam bersifat religi. “Di sekitarnya itu banyak pesantren tradisional. Jadi ini juga harus diperhatikan,” ujar Alimudin kepada Radar Cirebon. Argasunya, kata dia, diharapkan bisa menjadi destinasi baru. Sebab, Kota Cirebon tidak memiliki wisata alam. Lantas, bagaimana wisata alam religi yang dimaksud? Ali mengusulkan pusat pelatihan haji. Baik untuk anak-anak maupun calon jamaah haji. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bisa dibuatkan wisata yang lain. \"Untuk itu , nanti akan dibahas dalam Raperda Riparda. Raperdanya masih di bahas,\" terangnya. Dalam Riparda ini, kawasan Argasunya sudah dimasukan. Seiring dengan keinginan pemkot ingin memanfaatkan eks lahan galian c. Meski saat ini kepemilikan lahan masih dikuasai oleh warga. Dengan Riparda ini, Ali berharap pemerintah mempunyai perencanaan yang lebih komprehensif. Sebab, DKOKP sendiri terus menyusut kucuran anggarannya. Bahkan untuk tahun depan, sudah dipatok Rp200 juta. Padahal tahun ini saja, masih di kisaran Rp600 juta. Aktivis Lingkungan Yoyon Suharyono tidak sepenuhnya setujui dengan perencanaan yang disusun pemerintah. Ia mendorong untuk melakukan pemetaan lahan terlebih dahulu. Terutama luas lahan yang dimiliki pengusaha. Kemudian menyediakan anggaran untuk pembebasan. Di samping memikirkan aspek pemanfaatan dan peralihan profesi warga yang bekerja di penambangan pasir. “Pemkot Cirebon ada tidak anggaran buat beli lahan? Kalau tidak punya, buat apa capek-capek mikir buat menata?” tukas Yoyon. Pembebasan lahan ini, bisa meredam gejolak yang mungkin timbul. Terutama sengketa. Yoyon memberikan gambaran, luas lahan milik pribadi di area penambangan mencapai 90 persen. Bila ini bisa diselesaikan, mudah untuk melakukan rencana penataan. Begitu juga program lain yang mengiringinya. “Kalau sudah lahan pemkot, mau diapakan juga tidak jadi masalah,” tandasnya. Penataan sendiri, kata Yoyon, juga harus disertai komitmen. Mudah untuk menyiapkan kajian. Menyusun detail engineering design (DED). Analisa dampak lingkungan dan lainnya. Begitu juga langkah pemulihan eks lahan galian. Masalah eks lahan galian c ini juga sudah diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Untuk Kelurahan Argasunya, pemerintah kota merencanakan membangun embung. Lokasinya memang belum disurvei. Pembangunan embung ini awalnya dialokasikan di Kelurahan Larangan. Kemudian dipindah ke Argasunya. Sebab wilayah ini akan diprioritaskan untuk kawasan pertanian dan butuh sumber air. Rencananya titik embung lokasinya di ketinggian. Dengan begitu, ada sistem pengairan baru yang akan menjangkau kawasan pertaniannya. Program ini juga nantinya akan jadi bagian dari alih profesi masyarakat dari galian pasir menjadi petani. (jml)
Argasunya Bakal Jadi Objek Wisata Religi
Kamis 18-10-2018,17:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 23-10-2026,11:00 WIB
395 Orang Terdampak MBG di Cirebon, Kepala SPPG Akhirnya Dicopot
Jumat 23-10-2026,13:52 WIB
Lempar Batu Bus Suporter Persija di Tol Cirebon, Lima Pelaku Ditangkap
Jumat 23-10-2026,05:25 WIB
John Herdman Siapkan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030, Sport Science dan Pemain Diaspora Jadi Kunci
Jumat 23-10-2026,14:07 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Cirebon, 15 Tersangka Diciduk, 24.100 Butir Obat Keras Disita
Jumat 23-10-2026,08:20 WIB
Tinggal 2 Langkah Lalu Disumpah, Naturalisasi Taisei Marukawa Digadang-gadang untuk Piala Asia 2027
Terkini
Jumat 23-10-2026,23:49 WIB
7 Tanaman Outdoor Minimalis Hias yang Bisa Membuat Halaman Sederhana Terlihat Lebih Cantik
Jumat 23-10-2026,23:29 WIB
Ingin Teras Rumah Jadi Lebih Estetik? Coba 7 Tanaman Outdoor Minimalis Hias yang Mudah Ditata
Jumat 23-10-2026,22:51 WIB
Rumah Terkunci Ditinggal Berobat, Warga Megu Cilik Cirebon Syok Lihat Api Lahap Hunian
Jumat 23-10-2026,22:08 WIB
Tak Harus Punya Taman Luas, 7 Tanaman Outdoor Minimalis Hias Ini Cocok untuk Rumah Mungil
Jumat 23-10-2026,22:04 WIB