Tuntaskan soal Aksi di Garut dengan Musyawarah

Sabtu 27-10-2018,15:04 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

JAKARTA- Pemerintah mengambil tindakan menyikapi kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk menjaga kedamaian. Kesepakatan itu terangkum pada surat pernyataan bersama. JK mengatakan pimpinan ormas sepakat agar kasus pembakaran bendera tauhid di Garut diselesaikan dengan jalan musyawarah. “Kita harus mengedepankan sikap saling pengertian. Karena sikap ini merupakan langkah paling bijak dan sesuai dengan nilai luhur dan kearifan bangsa,” ujarnya usai melakukan pertemuan di rumah dinas Wapres, Jakarta, tadi malam. Lelaki asal Bone, Sulsel, itu meminta agar masyarakat untuk menahan diri. Menurutnya, pemerintah telah memberi perhatian serius dan siap menyelesaikan persoalan ini dengan baik. “Pimpinan ormas Islam yang hadir pada pertemuan ini sangat menyesalkan kejadian ini. Oknum yang membakar dan pembawa bendera juga telah menyampaikan permintaan maaf,” ucap Wapres JK di sela pertemuan. Pimpinan GP Ansor dan NU juga mengutuk aksi tersebut karena dianggap telah melampaui batas. Pertemuan dengan pimpinan ormas berlangsung selama dua jam. JK juga menekankan pertemuan ini tak berarti kondisi dalam situasi genting. “Sebenarnya pertemuan kami dengan pimpinan ormas rutin kami lakukan. Jadi jangan ditafsirkan kalau situasi sedang genting. Tidak demikian. Justru inilah sikap kami sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terhadap kasus pembakaran bendera tersebut,” jelas JK. Situsi politik jelang pileg dan Pilpres 2019 juga menjadi alasan mengapa pertemuan ini digelar. Pemerintah berharap persoalan ini tak dimanfaatkan dalam pusaran politik. “Tentu itu salah satu tujunnya. Tetapi yang paling penting adalah ketertiban tetap terjaga. Sekali lagi kita menyesalkan perbuatan ini. Tapi kita harus menyikapinya dengan menjaga kedamaian,” katanya. Pada pertemuan itu tercatat sejumlah pimpinan ormas datang. Seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Ketua PBNU Said Aqil, maupun Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva. Kemudian, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar, Sekjen MUI Anwar Abbas, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Wakil Ketua MUI Zainud Tauhid, Cendekiawan Muslim Azzyumardi Azra, serta Dewan Penasihat Pimpinan Pusat Persatuan Islam Indonesia (Persis) Maman Abdurahman. Selain itu hadir pula Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Cahyanto, serta Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (rdi/fin)

Tags :
Kategori :

Terkait