KUNINGAN – Bupati Acep Purnama akhirnya angkat bicara terkait pro kontra urgensi percepatan rotasi atau pengisian kekosongan jabatan di lingkup Pemkab Kuningan, yang saat ini ramai dibicarakan. Sedikit saja yang disampaikan bupati kepada sejumlah wartawan usai sidang paripurna DPRD, Rabu (12/12). “Saya sekarang enggak mikirin dulu mutasi,” singkat bupati sambil berlalu menuju ruang Ketua DPRD, Rana Suparman untuk makan siang. Namun demikian, dalam kata singkat lainnya yang dilontarkan kala menjawab pertanyaan sejumlah wartawan yang terus mengejarnya, bupati memastikan akan melakukan mutasi/rotasi untuk mengisi kekosongan jabatan di lingkup Pemda Kuningan tanpa menyebut kapan hal itu akan dilakukan. “Yang pasti suatu saat pasti akan saya lakukan (mutasi/rotasi, red),” singkatnya lagi. Saat Radar Kuningan mendekat dan hendak meminta tanggapannya terkait masukan agar ada penghematan anggaran dengan melakukan merger SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), Bupati Acep buru-buru meninggalkan para awak media tanpa memberikan pernyataan lanjutan. Namun dari pernyataan bupati yang sangat singkat itu, mengisyaratkan mutasi tidak akan dilakukan secepat yang diharapkan beberapa pihak. Sebelumnya, pro-kontra pun bergulir diawali dengan masukan dari pengamat politik, hukum dan pemerintahan Abdul Haris, yang menghendaki agar bupati sebagai pengambil kebijakan tidak buru-buru mengambil keputusan untuk melakukan rotasi jabatan di lingkup Pemkab Kuningan. Haris beralasan tidak akan ada pengaruh berarti jika agenda rotasi dilakukan nanti, yakni berdasarkan aturan 6 bulan setelah pelantikan. Namun pendapat berbeda dilontarkan pengamat lainnya, yakni Sujarwo alias Mang Ewo. Ia justru sangat menghendaki agar bupati segera melakukan pengisian jabatan kosong di lingkup pemda yang saat ini hanya diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Menurut Mang Ewo, penundaan pengisian kekosongan puluhan jabatan dari setiap eselon tidak mustahil akan memunculkan asumsi negatif dari masyarakat terkait proses promosi dan rotasi jabatan. “Membiarkan SKPD tanpa pucuk pimpinan yang definitif serta hanya dipercayakan pada seseorang dengan status Plt, juga dikhawatirkan akan menjadikan kinerja SKPD tersebut menjadi kurang maksimal,” ujarnya. Pendapat yang berbeda dengan Mang Ewo, kembali muncul untuk mendukung saran Abdul Haris, yakni dari pemerhati politik Syamsul Arif. Baginya, mutasi atau rotasi jabatan akan lebih pas dilakukan bupati pada 6 bulan ke depan sebagaimana terdapat dalam aturan. (muh)
Bupati Kuningan Belum Pikirkan Mutasi
Kamis 13-12-2018,23:03 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,12:30 WIB
Wisata Cirebon Keraton Kasepuhan Ramai Saat Lebaran, Ini Daya Tariknya
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,09:30 WIB
Final Carabao Cup 2026: Arsenal vs Manchester City, Duel Panas Arteta dan Guardiola
Terkini
Senin 23-03-2026,07:31 WIB
Khasiat Air Bawang Putih Campur Madu, Ramuan Alami untuk Daya Tahan Tubuh
Senin 23-03-2026,07:22 WIB
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran, Jangan Dianggap Sepele
Senin 23-03-2026,06:00 WIB
Khasiat Kulit Bawang yang Jarang Diketahui, Ternyata Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Senin 23-03-2026,05:37 WIB
Ivar Jenner Dipastikan Gabung Timnas Indonesia, Dewa United Bantah Cedera Parah
Senin 23-03-2026,05:26 WIB