Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun strategi untuk memperkuat keluarga WNI korban sandera. Hal ini tidak terlepas dari pihak penyandera yang kerap mengirimkan video ancaman dan teror kepada pihak keluarga untuk meminta tebusan. Terakhir, video seorang WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf beredar di dunia maya. Baca: Kelompok Teroris Abu Sayyaf Kembali Sandera WNI, Samsul Sangunim: Tolong Saya Bos Dalam video tersebut, WNI yang diketahui bernama Samsul Sangunim terlihat meminta pertolongan. Ia dikelilingi pria yang menodongkan senjata ke arahnya. \"Strategi kita saat ini adalah memperkuat keluarga, karena yang menjadi sasaran teror dan ancaman itu pasti keluarga. Selain itu, permintaan tebusan ditujukan pula ke keluarga,\" kata Iqbal di Jakarta, Rabu (9/1/2019). Iqbal menjelaskan bahwa video penyanderaan sebagaimana yang sempat viral beberapa waktu lalu bukanlah hal baru. Pihak penyandera kerap mengirimkan konten video serupa untuk memberi tekanan psikologis kepada pemerintah, juga keluarga. \"Biasanya kami tidak kirimkan ke media karena hal tersebut merupakan keinginan pihak penyandera, untuk menambahkan tekanan psikologis ke pemerintah dan keluarga supaya membayar tebusan,\" ungkap Iqbal. Berkenaan dengan beredarnya video Samsul Sangunim, Iqbal memaparkan bahwa video tersebut sebenarnya dikirim penyandera ke pihak keluarga. Pihak keluarga lantas meneruskan video itu ke pemilik kapal yang kemudian melaporkannya ke polisi Malaysia. \"Jadi yang membuat viral itu adalah Polisi Malaysia,\" kata Iqbal. \"Pada akhirnya kami harus memberi pendampingan kepada keluarga secara ketat supaya negosiasi bisa terus berlanjut,\" papar Iqbal. Samsul Sangunim adalah satu dari dua WNI anak buah kapal yang sandera kelompok Abu Sayyaf pada 11 September 2018 di perairan dekat Pulau Gayo, Samporna, Sabah, Malaysia. Korban lainnya atas nama Usman Yunus berhasil membebaskan diri pada 7 Desember 2018 setelah ditahan selama 2 bulan 26 hari. Iqbal menegaskan proses negosiasi pembebasan Samsul terus dilakukan Kemenlu. Kendati demikian ia menyatakan perkembangan proses pembebasan tidak selalu disampaikan ke publik. Ia mengungkapkan urusan pembebasan sandera merupakan proses intelijen yang memang tidak untuk dibuka. \"Kalau kami tidak menyampaikan sesuatu, bukan berarti kami tidak melalukan apa pun. Sesuatu tengah dilakukan, tetapi sifat pembebasan itu kan proses intelijen, memang tidak untuk dibuka. Itu yang kita jaga,\" kata Iqbal. (*)
Beredar Video WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Kemenlu Lakukan Ini
Kamis 10-01-2019,09:35 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,07:22 WIB
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran, Jangan Dianggap Sepele
Senin 23-03-2026,04:20 WIB
Veda Ega Cetak Sejarah! Raih Podium Moto3 Brasil 2026, Indonesia Bangga
Senin 23-03-2026,05:26 WIB
9 Manafaat Jus Lidah Buaya untuk Kesehatan, dari Kulit Glowing hingga Detoks Alami
Senin 23-03-2026,04:11 WIB
Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Juara, Aprilia Cetak Sejarah 4 Kemenangan Beruntun
Senin 23-03-2026,04:30 WIB
Veda Ega Ukir Sejarah! Begini Pernyataan Usai Podium Moto3 Brasil 2026
Terkini
Selasa 24-03-2026,04:01 WIB
Hindari Macet Saat Arus Balik, Kemenhub Minta Pemudik Atur Jadwal Pulang
Senin 23-03-2026,22:01 WIB
Lebaran Penuh Berkah, Viking Dompyong Cirebon Bagikan Santunan dan Doorprize
Senin 23-03-2026,21:01 WIB
WFA ASN Lebaran 2026 Berlaku! Simak Jadwal dan Ketentuan Lengkapnya
Senin 23-03-2026,20:34 WIB
Kapolres Cirebon Kota Pantau Arus Balik, Lalu Lintas Pantura dan Tol Palikanci Ramai Lancar
Senin 23-03-2026,20:00 WIB