Beberapa hari setelah Gedung Putih mengumumkan rencana untuk pertemuan puncak nuklir kedua antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara, sebuah laporan wadah pemikir telah mengidentifikasi pangkalan rudal balistik rahasia Korea Utara, sekitar 160 mil barat laut Seoul, yang dilaporkan menjadi markas besar kekuatan rudal strategis negara itu. Laporan itu—yang dirilis pada Senin (21/1) oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS)—mengatakan bahwa pangkalan itu adalah salah satu dari sekitar 20 pangkalan operasi rudal yang tidak diumumkan, bagian dari program rudal balistik Pyongyang yang sedang berlangsung. Para peneliti di proyek Beyond Parallel CSIS mengatakan bahwa laporan terbaru itu memberikan lebih banyak bukti bahwa Korea Utara tidak membongkar fasilitas senjatanya. “Walau diplomasi sangat penting, dan harus menjadi cara utama untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara, namun setiap perjanjian di masa depan harus memperhitungkan semua fasilitas pangkalan rudal operasional yang merupakan ancaman bagi keamanan AS dan Korea Selatan,” kata laporan itu. “Korea Utara tidak seharusnya memiliki pangkalan rudal balistik ini,” kata Victor Cha, salah satu penulis laporan tersebut. “Dan tentu saja mereka memilikinya dan belum mengungkapkannya.” Setelah KTT bersejarah Presiden Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada bulan Juni, Trump menulis di Twitter bahwa “tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara.” Gedung Putih mengumumkan pada Jumat (16/1), bahwa Trump akan mengadakan pertemuan puncak kedua dengan Kim bulan depan, seiring kedua pihak berusaha untuk memulai perundingan nuklir yang telah terhenti. “Korea Utara pada dasarnya ingin menukar hal-hal yang tidak akan mereka lakukan di masa depan, atau menyerahkan hal-hal dari masa lalu yang tidak mereka butuhkan lagi, sementara tidak bernegosiasi tentang hal-hal seperti ini, kemampuan mereka yang sebenarnya,” Cha, mantan Pejabat Dewan Keamanan Nasional yang fokus pada urusan Asia, mengatakan dalam sebuah wawancara. Trump mengatakan bahwa keterampilan negosiasinya sendiri dapat menyelesaikan perundingan yang macet di antara para diplomat tingkat rendah, untuk mencapai kesepakatan bagi Korea Utara untuk mengakhiri program senjata nuklir yang menurut para analis sekarang dapat diandalkan menyerang Amerika Serikat. Para ahli mengatakan bahwa tidak ada kemajuan nyata sejak KTT pertama di Singapura pada bulan Juni. Klaim Trump bahwa Korea Utara adalah ancaman yang berkurang telah ditentang oleh Pentagon dan badan intelijen AS. Gedung Putih menolak berkomentar. Dari 20 pangkalan rudal yang tidak diumumkan, para peneliti CSIS telah dapat menemukan 13 di antaranya. Pada bulan November, para peneliti merilis sebuah laporan tentang pangkalan pertama dari 13 pangkalan; Laporan hari Senin (21/1) menjelaskan yang kedua. Pangkalan Sino-ri terletak sekitar 130 mil utara dari zona demiliterisasi, kata laporan itu. Ini berfungsi sebagai salah satu pangkalan pertama untuk rudal balistik yang paling banyak digunakan di negara ini, rudal balistik jarak menengah Nodong. Pangkalan itu mungkin juga memainkan peran dalam pengembangan rudal balistik terbaru negara itu, yang pertama kali diuji atau diluncurkan pada Februari 2017, tak lama setelah Trump dilantik. Pangkalan ini paling sering disebut sebagai pangkalan operasi rudal. Tetapi “pangkalan itu telah memenuhi misi yang lebih luas” sebagai tempat uji operasional dan pengembangan, serta fasilitas pelatihan yang berada di bawah “Pasukan Strategis Tentara Rakyat Korea,” kata laporan itu. Pasukan Strategis itu bertanggung jawab atas semua uji coba rudal balistik. Tidak seperti pangkalan operasi rudal balistik Korea Utara lainnya yang telah diketahui, yang “terletak di lembah gunung yang sempit dan curam,” bagian utama pangkalan ini “terletak di dalam lembah dangkal dan perbukitan,” kata laporan itu. Pangkalan empat mil persegi itu mencakup beberapa desa kecil, di mana fasilitas tersebut menggunakan nama salah satu desa itu. (*)
Terungkap Lokasi Pangkalan Rudal Rahasia Korea Utara
Rabu 23-01-2019,23:30 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,06:07 WIB
ASEAN Bersinar! Indonesia, Vietnam, dan Singapura Lolos ke Piala Asia 2027
Selasa 24-03-2026,05:02 WIB
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Mahmoud Abbas hingga Erdogan, Ini Pesan Pentingnya
Selasa 24-03-2026,10:01 WIB
One Way Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Ramai Lancar, 36 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta
Selasa 24-03-2026,08:59 WIB
Update Harga BBM Terbaru 24–29 Maret 2026: Pertamina, Shell, BP, dan Vivo
Terkini
Rabu 25-03-2026,04:01 WIB
Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Tetap Jalan Meski Krisis Global
Rabu 25-03-2026,03:01 WIB
Halal Bihalal Alumni SMP Muhammadiyah 2 Cirebon, Penuh Nostalgia dan Kehangatan
Rabu 25-03-2026,02:01 WIB
Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Berjalan Normal, Ini Penjelasannya
Selasa 24-03-2026,22:00 WIB
Janji Normalisasi Irigasi Tak Kunjung Terealisasi, Warga Cibogo Cirebon Geram
Selasa 24-03-2026,21:01 WIB