Pidato di Harlah Muslimat NU, Jokowi Berpesan untuk Ikut Menjaga Persatuan dan Merawat Persaudaraan

Minggu 27-01-2019,11:06 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

Presiden Joko Widodo menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama ke-73 di Stadion Gelora Bung Karno hari ini, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam acara ini, Jokowi memberikan sambutan. Kedatangan Jokowi disambut ribuan peserta. Sambil berjalan menuju panggung, langkahnya diiring salawat yang dikumandangkan penyanyi Tompi dan Hadad Alwi. Di belakang Jokowi, berjalan sejumlah menteri. Nampak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Desa Eko Putro. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga hadir. Harlah NU ke-73 mengangkat tema Khidmah Muslimat NU, jaga aswaja, teguhkan bangsa. Acara yang dihadiri sekitar seribu orang ini dimulai sejak dini hari tadi. Mereka menggelar salat tahajud, salat hajat, istighosah, dan tahlil. Kegiatan dilanjutkan dengan subuh dan mengaji bersama. https://twitter.com/Official_Ansor/status/1089116328034631680?s=19 Harlah NU juga diramaikan dengan penampilan 999 penari sufi dari santri pesantren Sabilil Muttaqin Takeran Magetan. Saat ini para peserta sedang bersalawat bersama. Acara akan berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara, Presiden Joko Widodo menyinggung situasi di lingkungan masyarakat pada tahun politik ketika menghadiri peringatan Hari Lahir ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/1/2019). Ia mengatakan, tak sedikit yang berselisih hanya karena berbeda pilihan. \"Kalau sudah masuk hal-hal bersifat politik, kita ini sering lupa. Antar-kampung tidak saling ngomong, tidak saling sapa gara-gara pilihan bupati. Antar-tetangga tidak saling sapa, tidak saling omong gara-gara pemilihan gubernur,\" ujar Jokowi. \"Di dalam majelis taklim yang sama tidak saling omong gara-gara pemilihan presiden. Lho, lho, lho, lho, lho..,\" tambah dia. Jokowi berpesan kepada jemaat Muslimat NU untuk menghindari sikap seperti itu. Dia mengatakan, Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keberagaman. Jokowi meminta Muslimat NU untuk saling menghargai perbedaan itu. \"Jangan saling mencela. Boleh ndak mencela? Boleh ndak saling hina? Boleh ndak saling ejek? Boleh ndak menebar hoaks?\" kata dia. Jemaat Muslimah NU yang mendengar pernyataan Jokowi kompak menjawab, \"Tidak\". Jokowi kemudian mengajak para jemaat untuk ikut menjaga persatuan dan merawat persaudaraan. Dia tidak ingin karena berbeda, masyarakat Indonesia tidak lagi saling bersaudara. Terakhir, dia mengucapkan selamat hari lahir kepada Muslimat NU. \"Saya ucapkan selamat Harlah Muslimat NU yang ke-73. Semoga MuslimatNU tambah jaya,\" kata Jokowi. Harlah Muslimat  NU dimulai sejak pukul 02.00 WIB hingga 09.30 WIB. Perhelatan ini dimulai dengan shalat tahajud dan shalat subuh berjamaah. Selain Presiden RI Joko Widodo, sejumlah menteri juga menghadiri acara ini, seperti Menteri Koorditor Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga hadir dalam acara ini. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait