SWISS - Arab Saudi secara serius membatasi Turki dalam menyelidiki kasus pembunuhan jurnalis senior Saudi, Jamal Khashoggi. Laporan awal investigasi tim pakar PBB mengungkapkan tim penyelidik Turki tidak diizinkan masuk ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, lokasi wartawan itu dibunuh. Kemampuan Turki untuk menyelidiki pembunuhan ini sangat dibatasi dan dirusak oleh penolakan Arab Saudi, selama 13 hari, untuk memungkinkan para penyelidik Turki mengakses beberapa tindakan kejahatan. Pembunuhan terjadi pada 2 Oktober. tetapi pihak berwenang Turki hanya mendapatkan akses ke konsulat pada 15 Oktober, dan tidak diperkenankan berada di lokasi kejadian sampai 17 Oktober. Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, menyatakan pejabat Arab Saudi merencanakan dan membunuh wartawan Jamal Khashoggi. Kesimpulan itu didapat dari hasil lawatannya ke Turki untuk menyelidiki kasus itu. \"Bukti-bukti yang dikumpulkan selama saya bertugas di Turki menunjukkan mendiang Khashoggi adalah korban dari pembunuhan yang terencana dan brutal, dirancang dan dilakukan oleh pejabat Kerajaan Arab Saudi,\" kata Agnes di Jenewa. Khashoggi diyakini dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, pada 2 Oktober 2018. Saat itu dia hendak mengurus administrasi karena akan menikahi kekasihnya, Hatice Cengiz. Dia diduga dihabisi oleh tim pembunuh yang diterbangkan langsung dari Saudi. Diduga kuat Khashoggi dibunuh karena kerap mengkritik Raja Salman soal situasi di negara itu. Menurut hasil penyelidikan aparat Turki, Khashoggi diduga dibunuh oleh tim yang terdiri dari 15 orang di Konsulat Saudi. Menurut aparat Turki, Khashoggi dicekik hingga tewas, kemudian tubuhnya dimutilasi dan dihancurkan dengan cairan asam. Namun, Kerajaan Saudi sempat menyangkal peristiwa itu selama dua pekan. Pada akhirnya, mereka mengakui insiden itu terjadi tetapi dilakukan oleh sekelompok orang di luar perintah dari negara. Hingga saat ini tubuh Khashoggi tidak pernah ditemukan. \"Pembunuhan Jamal Khashoggi dengan kejam membawa tragedi bagi orang-orang yang disayanginya. Hal ini juga berdampak kepada sejumlah hal di dunia, dan harusnya menjadi perhatian PBB,\" ujar Agnes. Peristiwa pembunuhan Khashoggi membuat hubungan diplomatik antara Turki dan Arab Saudi memanas. Bahkan, Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dengan yakin menyatakan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, adalah dalang di balik pembunuhan terhadap Khashoggi. Namun, hal itu sudah dibantah oleh kerajaan. (der/bbc/cnn/fin)
Pejabat Kerajaan Terlibat Kasus Khashoggi
Minggu 10-02-2019,07:07 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 24-10-2026,09:00 WIB
Dua Wajah Baru Berpotensi Merapat, Timnas Indonesia Bidik 16 Besar dan Target Perempat Final Piala Asia 2027
Sabtu 24-10-2026,05:39 WIB
4 Rekomendasi Tanaman Hias Penghasil Oksigen, Cocok untuk Indoor dan Outdoor
Sabtu 24-10-2026,05:40 WIB
Raja Ekonomis, Berikut 3 Mobil Keluarga Bekas yang Irit BBM Terbaik Untuk Harian dan Traveling
Sabtu 24-10-2026,09:30 WIB
Nasib Shayne Pattynama di Persija Jadi Sorotan, Shin Pilih Taktik dan Persaingan Bek Kiri Makin Ketat
Sabtu 24-10-2026,18:35 WIB
G-Shock GAC-2500 Lebih Ringan, GMC-2500 Lebih Mewah, Keduanya Punya Jarum Magnetik dan Ketahanan Air 20 Bar
Terkini
Minggu 25-10-2026,05:01 WIB
Asian Para Games 2026: Indonesia Finis 8 Besar dengan 73 Medali, Boccia Jadi Andalan Emas
Minggu 25-10-2026,04:04 WIB
Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Ini Bidang yang Diprioritaskan
Minggu 25-10-2026,02:00 WIB
AFC Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Harus Menunggu hingga 2032?
Sabtu 24-10-2026,23:49 WIB
Inilah 7 Tanaman Outdoor Minimalis Hias yang Cocok untuk Rumah Sederhana dan Mudah Ditata
Sabtu 24-10-2026,23:46 WIB