Agar Lolos Seleksi CPNS Jalur Khusus MAJALENGKA – Munculnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) tentang pengangkatan CPNS yang hanya diprioritaskan (jalur khusus) bagi para tenaga honorer kategori 1, ternyata memberikan peluang munculnya pemalsuan data tenaga honorer di Kabupaten Majalengka. Klausul dalam SE tersebut di antaranya menyebutkan bahwa yang diprioritaskan adalah honorer yang dibiayai APBD atau APBN dan yang bekerja sejak 1 Januari 2005. Seorang guru salahsatu SMPN di Kabupaten Majalengka yang namanya enggan dikorankan mengaku menemukan kejanggalan terhadap data-data honorer, terutama tanggal saat mulai kerja. Pria yang kemarin (23/9) mengenakan sapari biru tua tersebut mengatakan, salahsatu kejanggalan di antaranya ada seorang honorer yang masuk tahun 2007, namun diubah menjadi tahun 2005. Ada pula yang saat masuk belum sarjana, namun dalam daftar baru sudah bergelar sarjana, padahal baru lulus tahun 2009. “Memang saya akui banyak ditemukan data honorer yang diduga sengaja diubah untuk menyiasati agar lolos syarat administratif sesuai SE Menpan,” tandasnya. Indikasi adanya manipulasi data tenaga honorer dibenarkan Wakil Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd. Menurutnya jumlahnya cukup banyak, pasalnya berdasarkan data yang ada, saat ini sudah tidak ada lagi data tenaga honorer yang masuk dalam kategori 1. Karena itu saat ini Pemkab Majalengka tengah berkonsentrasi memikirkan nasib para tenaga honorer yang masuk dalam kategori 2. Saat ini, kata dia, munculnya SE dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab untuk menawarkan jasa mengubah status honorer dari kategori 2 menjadi 1. Hal itu jelas tidak dibolehkan, sebab status tersebut sudah tidak bisa diubah lagi. Karena itu ia meminta kepada para tenaga honorer untuk tidak mudah tertipu. “Memang benar saya juga menemukan sejumlah kasus tersebut, dimana banyak tenaga honorer yang mengotak-atik atau mengubah data. Untuk itu saya minta kepada semua kepala sekolah dan para honorer untuk bersikap jujur apa adanya, termasuk dalam mengawasi masalah SK,” pinta orang nomor dua di Kabupaten Majalengka tersebut kepada Radar, kemarin (23/9). (pai)
Data Honorer Dimanipulasi
Jumat 24-09-2010,07:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 21-05-2026,22:03 WIB
Menlu Sugiono: 9 WNI Relawan Kemanusiaan Gaza Sudah Tinggalkan Israel
Kamis 21-05-2026,20:30 WIB
Innalillahi, Dua Jamaah Haji Asal Cirebon Wafat Saat Jalankan Ibadah Haji 2026
Kamis 21-05-2026,14:39 WIB
Perbandingan Mobil Matic dan Mobil Listrik untuk Wanita, Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Harian?
Kamis 21-05-2026,18:18 WIB
PCNU Cirebon Raya Ajukan Kota dan Kabupaten Cirebon sebagai Tempat Muktamar ke-35 NU
Kamis 21-05-2026,15:01 WIB
Proyek Strategis: Selain Tol Cikumis, Kuningan Juga Dilintasi Jalan Lingkar Utara Jawa Barat
Terkini
Jumat 22-05-2026,12:30 WIB
Terungkap! Kontrakan Jadi Pabrik Skincare Ilegal di Cirebon, Produksi Kosmetik Diduga Mengandung Merkuri
Jumat 22-05-2026,12:00 WIB
Pengusaha Ekspor di Majalengka Hadapi Tekanan Global, Dolar Tinggi Jadi Peluang Menutup Biaya Produksi
Jumat 22-05-2026,11:41 WIB
Akselerasikan Karier Perbankan Anda Melalui BRILiaN Banking Associate Program (BBAP) BRI Region 09 Bandung
Jumat 22-05-2026,11:29 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Gelar ‘Weight Loss Challenge 2026’
Jumat 22-05-2026,11:17 WIB