CIGUGUR - Melestarikan benda cagar budaya atau situs sangat penting. Karena memiliki nilai sangat berharga bagi sejarah ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Tak terkecuali Situs Cipari atau kini lebih dikenal dengan Site Museum Taman Purbakala Cipari, Kelurahan/Kecamatan Cigugur. Mencari letak Site Museum Taman Purbakala Cipari lumayan sulit. Selain berada di pedalaman penduduk Desa Cipari, tidak ada penunjuk arah yang jelas dari jalan raya menuju lokasi museum. Sedangkan jalan menuju museum harus melewati beberapa belokan. Jika tidak banyak bertanya, wisatawan baru bisa kesasar. Selain itu, ukuran jalannya juga pas-pasan. Jika banyak kendaraan masuk, jalanan akan langsung macet total. Terlebih lagi untuk ukuran bus. Meskipun bisa masuk lokasi, bus harus terlebih dulu bersusah payah melewati belokan sempit. Begitu juga lahan parkir yang seadanya. Memasuki museum, pemandangan tidak terawat begitu nampak. Kendati rumput taman cukup rapi, namun beberapa kolam taman dalam kondisi berlumut kotor hingga terkesan jorok. Bahkan, agar pengunjung tidak terjebak kedalam kolam, pengelola memasang peringatan larangan masuk kolam. Keadaan menyedihkan terjadi saat mengamati setiap sudut bangunan museum taman purbakala Cipari ini. Temboknya retak-retak dan sebagian besar catnya sudah mengelupas. Bangunan kamar mandi dan rumah dinas pengelola persis disebelah barat bangunan museum ternyata lebih memprihatinkan. Selain atapnya sudah keropos, fasilitas kamar mandinya sudah tidak berfungsi alias macet. Bahkan atap rumah dinas sudah menggelayut dan siap ambruk. ”Pemkab juga belum bisa membantu banyak Mas. Selama ini, Pemkab hanya bisa bantu alat pemotong rumput. Sedangkan dana pemeliharaan atau lainnya sama sekali nggak ada. Untuk pemeliharaan, kami mengandalkan seadanya dari pengunjung,” ungkap pengelola Site Museum Taman Purbakala Cipari, Cigugur Ruhiyat H di amini Juru peliharanya, Suma, saat berbincang dengan Radar, di lokasi, kemarin. Ruhiyat mengaku mulai jalan masuk, area parkir, bangunan situs dan fasilitas lainnya menjadi kendala utama bagi pelestarian dan pengembangan site museum taman purbakala ini. Ia menyarankan agar Pemkab bisa merehab bangunan museum purbakala, sekaligus membuatkan jalan baru yang lebih luas menuju museum ini. Selama ini, pengunjung taman purbakala Cipari relatif sepi. Meskipun ada masih didominasi oleh para pelajar di Kuningan. Sedangkan wisatawan dari luar daerah jarang, bahkan nyaris tidak ada. Terlebih wisatawan dari luar negeri. “Seharusnya taman purbakala ini banyak dikunjungi wisatawan. Karena banyak sekali benda cagar budaya peninggalan para leluhur yang bisa menjadi ilmu pengetahuan sejarah. Ini sangat bermanfaat untuk mewujudkan jati diri bangsa yang bermartabat,” pungkasnya. (tat)
Perhatian Pemkab Sangat Minim
Sabtu 25-09-2010,06:30 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,15:30 WIB
Rekomendasi 8 HP Terlaris Juli 2026, Spek Gahar, Kamera Oke dengan Harga Terbaik
Kamis 23-07-2026,10:27 WIB
Kabar Baik untuk John Herdman, Timnas Indonesia Dapat Keuntungan Besar Jelang Piala AFF 2026
Kamis 23-07-2026,13:01 WIB
Bocoran 24 Pemain Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Herdman Dipusingkan Pilih Lini Belakang & Depan
Terkini
Jumat 24-07-2026,08:24 WIB
Rekomendasi Cafe Hits di Majalengka dengan Spot Foto Instagramable, yang Mana Favoritmu?
Jumat 24-07-2026,07:01 WIB
Tekan HIV/AIDS, TB, dan Malaria hingga Tuntas, Majalengka Susun Roadmap Penanggulangannya
Jumat 24-07-2026,06:02 WIB
Tren Furniture 2026 Berubah! Generasi Z Kini Pilih Furnitur Colorful dan Multifungsi
Jumat 24-07-2026,05:30 WIB