CIREBON-Sejumlah buruh pabrik gula Sindanglaut merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak perusahaan. Bahkan, mereka menyebut kebijakan managemen saat ini, merugikan buruh dan melanggar peraturan perundang- undangan terkait ketenagakerjaan. Ketua Serikat Buruh Merdeka Indonesia (Sebumi) Dodi Riandona saat ditemui Radar Cirebon menuturkan, saat ini ada sekitar 22 buruh yang tidak dipanggil dan belum bekerja hingga sekarang. Bahkan sampai sekarang tidak ada kejelasan nasib bagi para buruh, meskipun mereka sudah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun. \"Kami mempertanyakan tidak dipanggilnya rekan-rekan kami. Tidak ada penjelasan yang utuh dari managemen. Kami akan gelar aksi unjuk rasa, rencananya Senin depan,\" ujarnya. Dody menduga, tidak dipanggilnya sejumlah buruh PG Sindanglaut tersebut, karena menolak membuat surat lamaran baru. Padahal para buruh sudah bekerja selama belasan tahun di pabrik gula. \"Kami ini karyawan lama. Masa kami bikin surat lamaran baru? Ini kan aneh. Sedangkan tidak semua buruh itu diwajibkan bikin lamaran. Contoh karyawan dalam itu tidak bikin lamaran. Hanya memperbaharui surat yang formatnya sudah disiapkan managemen,\" imbuhnya. Ia menduga, jika apa yang terjadi karena ia dan beberapa rekannya membentuk serikat buruh untuk memperjuangkan hak-hak para buruh pabrik gula. Selain itu, ia juga menampik klaim pihak managemen yang akan memanggil secara bertahap buruh dan karyawan PG Sindang, berdasarkan kebutuhan musim adalah tidak benar. Hal itu menurutnya, karena banyak buruh yang tidak dipanggil justru bukan karyawan musiman seperti administrasi, IT dan lain-lainnya. \"Sebagian yang tidak dipekerjakan kembali itu adalah pengurus dari serikat buruh. Kondisi seperti ini tentu membuat kami curiga jika ada upaya-upaya untuk membungkam suara buruh yang menuntut haknya. Padahal berserikat itu dijamin dan dilindungi undang-undang,\" jelasnya. Sementara itu, Kabid SDM PT RNI, Erwin Yuswanto saat dihubungi Radar Cirebon menyebut, jika tidak ada pengurangan karyawan di PG Sindanglaut untuk musim giling tahun 2019. Menurutnya, saat ini pemanggilan buruh di PG Sindanglaut didasarkan kebutuhan. Sehingga, tidak langsung dipekerjakan sekaligus. \"Tidak ada pengurangan. Hanya caranya saja yang bertahap sesuai kebutuhan dan perencanaan di pabrik. Kalau dipanggil semuanya sekaligus, nanti rugi kita. Semuanya akan dipanggil tapi bertahap,\" ungkapnya. (dri)
Buruh Pabrik Gula Protes Tak Dipanggil Perusahaan
Sabtu 16-03-2019,18:36 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 11-10-2026,13:36 WIB
Jadwal FIFA Matchday Timnas Indonesia, Away ke Kandang Lawan, Yordania dan Suriah Siap Jadi Lawannya
Minggu 11-10-2026,04:00 WIB
Bawa Timnas Indonesia Juara, Emil Audero Dapat Penghormatan Spesial dari Rayo Vallecano
Minggu 11-10-2026,07:12 WIB
4 Rekomendasi City Car Bekas yang Cocok Untuk Keluarga, Punya 5 Seat Cocok Untuk Keluarga Besar
Minggu 11-10-2026,14:02 WIB
Timnas Indonesia Mulai Bergerak Usai Juara ASEAN, Herdman Siapkan TC 10 Hari Jelang Piala Asia 2027
Minggu 11-10-2026,02:00 WIB
Dean James Bikin Assist, Go Ahead Eagles Ditahan Sparta Rotterdam 3-3
Terkini
Minggu 11-10-2026,22:41 WIB
Ingin Teras Rumah Lebih Sejuk Dipandang? Coba 5 Tanaman Outdoor Minimalis yang Hemat Tempat Ini
Minggu 11-10-2026,22:37 WIB
Pilihan Tanaman Outdoor Minimalis yang Praktis untuk Dekorasi, Hemat Ruang dan Cocok bagi Rumah Modern
Minggu 11-10-2026,22:33 WIB
Dekorasi Rumah Makin Menarik, Ini 7 Tanaman Outdoor Minimalis yang Cocok untuk Area Terbatas
Minggu 11-10-2026,22:30 WIB
Rekomendasi Tanaman Outdoor Minimalis Ini Tidak Banyak Makan Ruang, Cocok untuk Mempercantik Balkon Rumah
Minggu 11-10-2026,22:25 WIB