CIREBON-Keberadaan sanitasi masyarakat (sanimas) yang memadai di perkotaan sangat penting peranannya. Terutama dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Kota Cirebon sebagai salah satu penerima bantuaan ini, mendapatkan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan instalasi limbah rumah tangga. Sebanyak 6 kelurahan penerima bantuan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) membangun instalasi dan bak penampungan. Sekretaris RW 10 Kelurahan Panjunan, Heri Pramono mengatakan, di wilayahnya ada tiga unit sanitasi umum. Yakni di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) RT 08, disebelah Bapermas dan disebelah Puskesmas RT 10. Dari ketiga sanitasi itu, sepengetahuannya didanai bantuan provinsi melalui BKM senilai masing-masing Rp425 juta. Namun dia tidak mengetahui jelas terkait pembangunannya dan permasalahan lainnya. Untuk yang dua lainnya, berupa MCK umum yang bukan berasal dari bantuan sanitasi. Warga sekitar masih memanfaatkannya sampai sekarang. Baik untuk buang air besar, mencuci maupun sekedar untuk mandi. \"Kita dari pihak RW tidak diajak komunikasi pembuatan sanimas. Jadi berfungsi atau tidak kami tidak tahu,” katanya kepada Radar Cirebon. Ia pun menyayangkan minimnya komunikasi. Padahal bila ada pembicaraan dengan RW, setidaknya bisa dipikirkan solusi perawatan dan pemanfaatannya agar lebih optimal. \"Jadi bangunan sanitasi itu urusannya BKM bukan RW,\" tegasnya. Sepengetahuan dirinya, bangunan itu berupa septic tank besar untuk menampung buangan dari MCK warga sekitar. Ada kurang lebih 5 ruang di dalam septic tank. Keberadaan sanimas ini di beberapa lokasi juga dikeluhkan. Misalnya di RT 04 RW 07 Kayuwalang, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi. Fasilitas penampungan limbah kolektif rumah tangga tersebut, menimbulkan bau tidak sedap. Ini dirasakan hampir setiap hari. Ny Beni, warga yang rumahnya hanya beberapa meter saja dari Sanimas mengaku tidak tahan dengan polusi udara tersebut. “Kalau sekarang agak mendingan. Kalau pagi sama sore. Itu menyengat sekali,” ungkapnya. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, saat hujan turun air dari sanimas justru meluber ke kamar mandi. Kondisi tersebut membuatnya khawatir terserang penyakit. “Saya copot saja paralonnya. Saluran buangnya nggak ke situ lagi,” katanya. Kondisi serupa juga dialami Wistianih. Keberadaan bak penampungan limbah itu, justru menimbulkan dampak buruk bagi dirinya dan keluarga. Sanimas yang seharusnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, malah mencemari lingkungan. Beberapa kali sanimas meluap. Terutama saat turun hujan. Arus balik dari saluran tersebut masuk ke MCK kediamannya. “Saya juga sudah dicopot paralonnya. Habis gimana, masa meluap terus,” katanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, pembangunan sanimas itu diperuntukan bagi 80 kepala keluarga pengguna di RT 04 RW 07 Kayuwalang. Bak penampungan seluas 4 X 11 meter itu dibangun sejak bulan Oktober 2018 dan baru digunakan Desember yang lalu. Saat ini, sudah ada sekitar 50 warga yang memanfaatkan sanimas. Selain itu, di atasnya juga dibangun Baperkam. Koordinator BKM Mulya Lestari, Fredy Amingada selaku pelaksana pembangunan sanimas di Kayuwalang. Dirinya mengaku sudah menyosialisasikan kepada warga sekitar terkait dengan bau yang ditimbulkan. Aroma tidak sedap tersebut disebabkan karena bakteri yang belum bekerja mengurai limbah organik. Diperlukan waktu sekitar 6 bulan bakteri itu berkembang biak dan perlahan bau yang ditimbulkan pun akan hilang. “Kita sudah sosialisasi ke warga. Mungkin ada yang masih kurang paham atau pemeliharaan grease trap-nya masih kurang maksimal,” ungkapnya. (gus)
Terkendala dalam Perawatan Sanimas
Selasa 02-04-2019,15:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,17:57 WIB
Pohon Tumbang di Cirebon Timpa Mobil, Jalan Ahmad Yani Sempat Lumpuh
Senin 23-03-2026,18:30 WIB
Cara Pemprov Jabar Atasi Macet Mudik: Liburkan Sopir Angkot dan Beri Uang Tunai
Senin 23-03-2026,19:44 WIB
Perahu Nelayan Tenggelam di Muara Tawangsari Cirebon, 1 Selamat 1 Masih Hilang
Senin 23-03-2026,16:43 WIB
Update Arus Balik di Cirebon Hari Ini: Volume Kendaraan Naik, Lalu Lintas Masih Terkendali
Senin 23-03-2026,16:34 WIB
Pemudik Sakit di Tol Palikanci Dievakuasi Polisi, Begini Kronologinya
Terkini
Selasa 24-03-2026,15:03 WIB
Danau Ini Dijuluki Laut Yang Memiliki Area Seluas Jepang
Selasa 24-03-2026,14:34 WIB
Kecelakaan di Cingambul Majalengka, Berikut Ini Data Korban di RSUD Cideres
Selasa 24-03-2026,14:09 WIB
Arus Balik Tol Cipali Terbaru, 47 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta dalam 12 Jam
Selasa 24-03-2026,14:05 WIB
Pengunjung Membludak di Pantai Balongan Indah, Satbinmas Polres Indramayu Imbau Wisatawan Waspada
Selasa 24-03-2026,13:27 WIB