BANDUNG – Jawa Barat mempunyai 9.000 pesantren yang mempunyai potensi besar untuk mandiri secara ekonomi. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil mempunyai program unggulan, yakni One Pesantren One Product (OPOP). Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, program OPOP sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital serta kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi pelaku pembangunan. “Dari 9.000 pesantren, baru sebagian kecil yang memiliki kemandirian ekonomi. Makanya, perlu adanya pendampingan usaha, mulai dari penggalian potensi hingga pemasaran,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Parkir Timur Gedung Sate. Dikatakan, pesantren bisa mandiri dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki, seperti membentuk unit usaha. Dia mencontohkan, Pondok Pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung yang memiliki unit usaha pertanian. “Produknya sudah dipasarkan ke sejumlah pasar modern di Indonesia,” katanya. Secara teknis, dia menjelaskan, Program OPOP dirancang dalam bentuk audisi yang nantinya akan ditentukan juara provinsi dan kabupaten/kota yang akan berhak mendapatkan hadiah. “Mereka tidak hanya ikut audisi untuk mencari yang terbaik. Tapi juga akan mendapatkan peningatan wawasan dan pengetahuan serta mendapatkan pendampingan usaha,” jelasnya. Bahkan, mereka juga akan mendapatkan pelatihan dan magang, temu usaha, lomba produk unggulan pesantren, pameran. “Kami juga akan mmebantu pesantren untuk membuka pasar produknya,” imbuhnya. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menjalin kerjsama dengan swasta yang bisa menampung produk dari pesantren. “Bahkan, swasta bisa memberi order kepada pesantren untuk menggarap produksi produknya,” ungkapnya. Untuk pendaftaran, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil sudah membuka sejak 1 Maret 2019 yang dilakukan secara online melalui opop.jabarprov.go.id dan diperpanjang sampai dengan 12 April 2019. “Kami harap, 1 kecamatan 1 pesantren dan tahun ini ada 1.250 pesantren yang bisa ikut andil. Sehingga tahun 2019 akan ada 1.250 pesantren juara,” terang Kusmana. (jun)
Jaring Pesantren untuk Ikut Program OPOP
Jumat 12-04-2019,04:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Jumat 13-03-2026,20:01 WIB
Polresta Cirebon Gelar GPM, 1.567 Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB
Jelang Idulfitri, Polres Cirebon Kota Gelar GPM untuk Warga
Terkini
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB
Mau Rezeki Datang Terus? Coba Pakai Warna yang Satu Ini
Sabtu 14-03-2026,17:31 WIB
Senengnya Dapat Ikan Jumbo di Tradisi Gobyag Lauk Kabupaten Kuningan
Sabtu 14-03-2026,17:05 WIB
GBK Bakal Panas! Ini Jadwal Lengkap Indonesia di FIFA Series 2026
Sabtu 14-03-2026,16:39 WIB