BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Muslimah Pengusaha (Alisa) agar konsisten menerapkan sistem ekonomi syariah dalam bisnisnya di segala bidang. “Dengan menerapkan ekonomi syariah, Islam akan semakin kuat dan maju. Islam akan berjalan mundur jika para penganutnya meninggalkan prinsip dan nilai ke-Islaman,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-3 Asosiasi Muslimah Pengusaha \"Khadijah\" Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Hotel Santika, Kota Bekasi, Jumat (26/4). Uu menjelaskan, ada beberapa perbedaan antara ekonomi syariah dengan konvensional. Pertama, ekonomi syariah menilai uang hanya sebatas sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan. Kedua, semua usaha dalam Islam diperbolehkan, kecuali yang diharamkan. \"Dalam Islam tidak semua dilarang, dalam ekonomi liberal semua bebas yang penting ada untung, ekonomi sosialis semuanya diatur negara. Tapi kalau ekonomi syariah pertengahan, artinya tidak terlalu bebas dan tidak terlalu ditahan,\" jelasnya. Turut hadir dalam pembukaan rakernas Ketua Umum ICMI Pusat Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, ihwal ICMI membentuk Alisa \"Khadijah\" ICMI sebagai kumpulan pengusaha muslimah. Kaum perempuan perlu menjadi ikon bisnis, sebagai bagian dari jihad di bidang ekonomi. Seperti halnya istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijahm yang menjadi pengusaha perempuan sukses di zamannya. \"Kaum perempuan juga harus ada yang menekuni jihad di bidang ekonomi. Makanya, kita dorong ibu-ibu ini menjadi pionir menggerakkan kaum perempuan untuk menjadi pengusaha,\" tuturnya. Untuk itu, pada kesempatan ini Jimly memberikan usulan agar Alisa dapat mengembangkan sekolah entrepreneur untuk kalangan muslim perempuan. \"Kita perlu membuat muslimpreneur. Coba buat konsep sekolah muslimpreneur,\" ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum Alisa \"Khadijah\" ICMI Pusat, Ina Marlina dalam sambutannya berharap agar rakernas ini bisa menghasilkan program-program kerja yang positif untuk Alisa. Hal lain, Ina menitikberatkan agar adanya ada perubahan sistem bisnis yang dilakukan oleh pengusaha perempuan yang tergabung dalam Alisa. Para pengusaha muslimah perlu belajar dan menyesuaikan diri dengan era industri 4.0. \"Jadi, sekarang semuanya harus mulai belajar. Harus mulai tidak hanya jadi pedagang tapi juga jadi pengusaha,\" ajak Ina dalam sambutannya. Dalam rakernas Alisa yang berlangsung 26-28 April 2019 ini, digelar pula ekspo atau pameran produk UMKM dan seminar. Ada 50 stan produk makanan, minuman, dan fesyen. Sementara para peserta rakernas yakni 16 pimpinan wilayah Alisa \"Khadijah\" ICMI dari berbagai provinsi di Indonesia. (jun/rls)
Mencoba Konsep Muslimpreneur
Selasa 30-04-2019,03:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,23:13 WIB
Tanaman Minimalis Ruangan Indoor Ini Cocok untuk Hunian Sempit, Nomor 5 Paling Unik
Selasa 29-09-2026,09:19 WIB
Suzuki Ertiga Gen-1 Bekas Masih Layak Dibeli? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Senin 28-09-2026,16:54 WIB
7 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan: Penjelasan Kurkumin, Gula Darah hingga Jantung
Selasa 29-09-2026,09:08 WIB
Suzuki Ertiga Bekas vs Avanza dan Xpander, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Senin 28-09-2026,20:34 WIB
Kalapas Kuningan Tegaskan Tak Ada Kamar Mewah di Lapas, Ini Aturan Baru Kunjungan Warga Binaan
Terkini
Selasa 29-09-2026,16:08 WIB
Panduan Membeli Suzuki Swift 2015 Bekas, Test Drive, Cek Transmisi, Rangka, Mesin dan Riwayat Banjir
Selasa 29-09-2026,15:30 WIB
Yaya Carya Ditemukan Setelah 15 Hari Pencarian, Jenazah Tiba di Cirebon
Selasa 29-09-2026,15:00 WIB
Terbukti Secara Ilmiah, Ini 7 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh
Selasa 29-09-2026,14:31 WIB
Sidak Lapas Majalengka, DPRD Soroti Overkapasitas 358 Persen dan Ketersediaan Air
Selasa 29-09-2026,14:30 WIB