BANDUNG–Untuk mencegah stunting (cebol), perilaku hidup bersih dan sehat harus sudah dibentuk dari periode emas, yakni 1.000 hari pertama kehidupan. Pasalnya, stunting pada anak dapat mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal. \"Pencegahan dan penanggulangan stunting sangat penting. 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode sensitif yang menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang. Pasalnya, akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi,\" kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil saat menjadi pembicara pada Lokakarya Penguatan Posyandu dengan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Stunting di Marbella Suites Hotel, Kabupaten Bandung, Rabu (10/7). Menurutnya, stunting dapat menjadi faktor rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena berpengaruh terhadap produktivitas. Maka, saat ini pihaknya memprioritaskan 1.000 hari pertama kelahiran sebagai periode utama untuk pencegahan stunting. “Namun, karena stunting merupakan hasil dari permasalahan gizi secara kronis. Idealnya, pencegahan stunting seharusnya dimulai lebih awal lagi, lebih ke hulu yaitu pada masa remaja atau pranikah,\" tuturnya. Oleh sebab itu, Atalia menambahkan, status gizi masyarakat yang baik merupakan fondasi pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pendidikan kesehatan dan perubahan perilaku pada remaja menjadi kunci keberhasilan dalam mempersiapkan generasi bebas stunting. “Jadi, kita harus mengajarkan para remaja pola hidup bersih dan sehat, kelak ketika mereka menikah dan berencana mempunyai anak, kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat sudah diterapkan dan hal ini bisa sebagai tindakan pencegahan stunting,” imbuhnya. Sementara, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Kirana Pritasari mengatakan bahwa stunting menjadi salah satu fokus dari Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, yaitu mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk stunting pada tahun 2030. \"Salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Nasional) tahun 2015-2019, adalah perbaikan gizi, khususnya menurunkan prevalensi stunting yang dalam Program Indonesia Sehat dijalankan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas dan Pendekatan Keluarga,\" katanya. Pihaknya juga mengingatkan, bahwa kegiatan yang sudah dilakukan perlu mencermati kembali, apakah selama ini sudah dilakukan betul-betul efektif dalam mendorong capaian program prioritas nasional. “Tolong, setiap kegiatan yang kita lakukan harus ada evaluasi,” tegasnya. (jun)
Sehat 1.000 Hari Pertama Kehidupan Cegah Stunting
Jumat 12-07-2019,11:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,09:49 WIB
Panduan Membeli Suzuki Ertiga Bekas: Rekomendasi Tahun Terbaik dan Nilai Investasinya
Senin 28-09-2026,10:01 WIB
Tragis! Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal, Motor Terperosok Lubang
Senin 28-09-2026,11:31 WIB
Anniversary Bima Putra Cup III: Ajang Pembinaan dan Uji Mental Talenta Muda Sepak Bola
Senin 28-09-2026,05:08 WIB
Fix Gagal Naturalisasi, Laurin Ulrich Debut di Jerman U-21, Main 20 Menit, Gagal Bela Timnas Selamanya
Senin 28-09-2026,14:52 WIB
Mudah Dirawat & Punya Tampilan Menarik, Ini 6 Tanaman Hias Daun untuk Menghiasi Teras Depan Rumah
Terkini
Selasa 29-09-2026,04:02 WIB
Biaya Haji Diminta Tetap Ringan, Prabowo Dorong Skema Bipih 52 Persen
Selasa 29-09-2026,02:00 WIB
Ketua DPRD Kuningan Minta Tudingan Disertai Bukti: Jangan Asal Ngomong
Senin 28-09-2026,23:57 WIB
Tanaman Minimalis Ruangan Indoor Ini Cocok untuk Rumah Sempit, Cantik dan Tidak Bikin Sumpek
Senin 28-09-2026,23:13 WIB
Tanaman Minimalis Ruangan Indoor Ini Cocok untuk Hunian Sempit, Nomor 5 Paling Unik
Senin 28-09-2026,22:04 WIB