KOTA BANDUNG - Sengketa soal hak atas tanah yang melibatkan perseorangan, badan hukum, atau lembaga harus diselesaikan sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan dan/atau kebijakan pertanahan. Penyelesaian sengketa tersebut bisa dilakukan berdasarkan inisiatif dari kementerian atau pengaduan masyarakat. Setelah syarat terpenuhi, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional akan memantau untuk pengumpulan data dan analisis. Dalam Peraturan Menteri (Permen) Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan, data berupa data fisik dan data yuridis akan divalidasi oleh pejabat yang bertanggung jawab menangani sengketa. Nantinya, diketahui apakah sengketa tersebut merupakan kewenangan Kementerian ATR atau lembaga peradilan. BPN pun berhak membatalkan sertifikat hak atas tanah berdasarkan cacat administrasi dan kesalahan prosedur maupun putusan pengadilan. Baca: Koridor Hukum Penyelesaian Sengketa Aset Negara Pihak Ketiga Wajib Miliki Legal Standing dan Relevansi dalam Sengketa Aset Negara Penting Amankan Aset Negara, Begini Caranya Sementara jika tanah objek sengketa itu merupakan aset Barang Milik Negara/Daerah, sebelum pembatalan hak secara administrasi, harus ada penghapusan aset tersebut dalam catatan aset negara. Meski begitu, menurut Cecep Ismail, Kepala Seksi Penanganan Perkara Agraria dan Tata Ruang BPN Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, aturan tersebut berujung menimbulkan kendala. \"Kami sesuai Permen (No. 11/2016) Pasal 49 harus melaksanakan putusan (pengadilan), tetapi dalam Pasal 32, disampaikan pembatalan sertifikat berkaitan aset harus mendapat catatan penghapusan aset dari catatan aset,\" kata Cecep. \"(Misal) putusan dilaksanakan, lalu terbit SK Pembatalan, pemenang perkara pasti mau mendaftarkan haknya, nah dalam rangka permohonan hak itu, jadi ganjalan karena sesuai Pasal 32 ada penghapusan aset dan persetujuan Kementerian Keuangan,\" imbuhnya saat ditemui dalam fokus diskusi \'Strategi Pengamanan Aset Negara Ditinjau dari Aspek Yuridis dan Administrasi Negara\' di Gedung Indonesia Menggugat, Selasa (16/7/2019). Kendala lain pun muncul meski putusan pengadilan sudah tetap, misalnya saat pihak yang kalah mengajukan komplain soal asetnya yang dihilangkan. \"Kami dibayang-bayangi undang-undang korupsi, kalau tidak ada persetujuan, kami terindikasi melakukan penghilangan aset,\" ucap Cecep. \"Kalau seperti itu, karena sistem berjenjang, jika Kantor Pertanahan dan Kanwil tidak bisa menyelesaikan, maka akan (diselesaikan) ke Kementerian,\" tegasnya. Meski kerap diiringi tekanan dari berbagai pihak, Cecep menegaskan BPN selalu siap menjalankan tugas membatalkan hak atas tanah sesuai aturan yang berlaku yakni Permen ATR/Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016. \"Selama ini banyak (tekanan) dari LSM, Kuasa Hukum, atau ahli waris. Prinsipnya, kami siap membatalkan, tetapi mengenai aset, terkait aturan tersebut. Kami tidak bisa melebihi dan mengurangi aset tersebut,\" kata Cecep. \"Masyarakat yang sudah benar-benar memperjuangkan hak, (akan) tersandung aturan tersebut. Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi logikanya, kalau setiap aset (negara/daerah) dilepas, satu per satu, mungkin kekhawatirannya akan habis,\" tutupnya. (jun)
Perubahan Hak atas Tanah Harus lewat Penghapusan Aset
Kamis 18-07-2019,04:34 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 01-06-2026,18:17 WIB
Mengapa Lahirnya Pancasila pada 1 Juni, Bukan 22 Juni atau 18 Agustus?
Senin 01-06-2026,19:00 WIB
Ribuan Pelayat Antar KH Adib Rofiuddin Izza ke Peristirahatan Terakhir, Tokoh Nasional Turut Berduka
Senin 01-06-2026,18:34 WIB
Wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza, Gus Yahya: Saya Seperti Kehilangan Orang Tua Sendiri
Senin 01-06-2026,17:30 WIB
Prabowo Tegaskan Transformasi Ekonomi Nasional Berbasis Pancasila: Kekayaan Negara Harus Dinikmati Rakyat
Senin 01-06-2026,22:00 WIB
Hasil Indonesia vs Myanmar 3-0: Garuda Muda Tampil Dominan di Laga Perdana AFF U-19 2026
Terkini
Selasa 02-06-2026,16:00 WIB
Pria Cirebon Nekat Curi Motor di Caracas Kuningan, Ditangkap Saat Kabur ke Weru
Selasa 02-06-2026,15:30 WIB
Bobol Atap Toko, Gasak Ratusan Bungkus Rokok: 2 Pelaku Pencurian di Cilimus Dibekuk
Selasa 02-06-2026,15:01 WIB
Kecelakaan di Cirebon: Teman Korban Singgung Begal dan Gengster, Polisi Sebut Laka Tunggal
Selasa 02-06-2026,14:00 WIB
Bupati Dian Gercep Jawab Keluhan Warga: Bawa Bantuan Semen, Janji Perbaikan Jembatan
Selasa 02-06-2026,13:00 WIB