Terima Uang Langsung Belanja di Swalayan

Minggu 14-07-2013,09:26 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

Seorang lelaki berusia 40 tahunan memakai jaket kulit dan berbadan tegap nampak duduk santai di atas sepeda motor maticnya tepat di depan sebuah kantor pos di wilayah Kuningan utara. Lelaki itu memegang kupon BLSM yang diterima dari aparat desanya. Sama seperti pengunjung lainnya, lelaki itu juga sedang antre untuk mencairkan uang dari kupon BLSM yang diterimanya. Tak ada raut malu saat menyodorkan kupon ke petugas kantor pos. Begitu uang sebesar Rp300 ribu disodorkan, lelaki itu langsung menerima dan pergi meninggalkan kantor pos. Pria yang menolak menyebutkan identitasnya itu mengaku senang memperoleh kupon BLSM, meski kondisi badannya sehat dan memiliki usaha warung di desanya. Dia tak menampik jika uang itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Ini kan dikasih dari pemerintah, ya diterima. Banyak juga tetangga saya yang punya usaha dibagi kupon oleh aparat desa. Sayang kalau kuponnya ditolak. Yang penting tidak merugikan orang lain. Itu saja,” kilahnya sesaat sebelum meninggalkan kantor pos. Dia menunjuk sejumlah tetangganya yang kebetulan sedang antre. Rata-rata mereka datang menggunakan sepeda motor pribadinya. Namun ada juga yang sengaja menyewa ojek guna menghindari omongan orang. “Lihat saja sendiri, itu yang baru datang pakai motor, sama mau ngambil BLSM. Motornya milik sendiri kok. Bagi kami, orang dikasih ya diterima. Soal apakah kami ini termasuk salah pendataan oleh BPS, itu bukan urusan kami. Tanyakan saja langsung ke BPS,” tandasnya. Bukan hanya yang membawa motor saja mengambil BLSM, namun juga perilaku penerimanya juga cukup menarik. Rata-rata mereka langsung mendatangi toko serba ada atau swalayan. Tak sungkan, mereka memilih makanan dan minuman yang tersedia di toko swalayan. Ada yang membeli sabun, roti tawar, sirop, baju, dan ada juga yang membeli antene televisi. Dalam sekejap, uang sebesar Rp300 ribu yang ada ditangannya berpindah tangan ke kasir swalayan. Pulangnya, mereka membawa tentengan plastik bertuliskan nama swalayan tersebut. Seperti yang dilakukan Rohen, penerima BLSM. Sambil menuntun anaknya, wanita itu bergegas menuju swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Barang yang dibelinya seperti roti tawar, susu kaleng, mie instan, dan sirop. Total wanita itu menghabiskan Rp115.000. Uang sisanya, Rohen berniat membeli beras dan minyak sayur untuk keperluan puasa. “Alhamdulillah kebagian bantuan. Uangnya saya pakai buat membeli roti. Kebetulan anak minta dibeliin roti. Sekalian buat persiapan buka puasa dan sahur,” tuturnya enteng. Tapi ada juga yang menggunakan uang bantuan tersebut untuk menambah bayaran cicilan motornya, ketimbang dipakai belanja kebutuhan sehari-hari. “Ada juga yang dipakai buat menambah bayaran cicilan motor mas. Dan saya kira tak menyalahi aturan. Toh uangnya sudah menjadi hak milik, mau digunakan apa saja, ya terserah pemiliknya,” ungkapnya. (ags)

Tags :
Kategori :

Terkait