KUNINGAN - Target penyaluran dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) kepada RTS oleh kantor pos kelar sesuai jadwal yakni tanggal 14 Juli. Dari penyaluran di 17 kantor pos kepada 88.379 RTS hanya terserap 94,95 persen atau kalau diuangkan sebesar Rp26.513.700.000. Adapun jumlah RTS-nya sebanyak 83.916. Sedangkan yang belum tersalurakan adalah 5,05 persen atau sebanyak 4.463 RTS dengan jumlah dana Rp1.338.900.000. Jumlah dana BLSM sendiri total sebanyak Rp26.513.700.000. “Alhamdulillah sudah beres sesuai jadwal. Dana yang sisa ini sampai dengan tanggal 15 Juli, karena ada sebagian yang mau diambil oleh RTS,” ucap Kepala Kantor Pos Kuningan Tiarsa Wahyudin, kemarin (16/7). Menurut dia, uang yang belum diambil bisa dicairkan oleh RTS hingga November atau beres penyaluran tahap II. KPS atau kartu perlindungan sosial hingga saat ini ada di kantor pos. Pihaknya akan mencairkan kalau RTS datang sambil membawa peryaratan fotokopi KTP dan KK. Dari data penyaluran yang di bawah 90 persen hanya dua kecamatan, yakni Ciawigebang dan Ciwaru yang masing-masing 89,80 persen dan 87,50 persen. Faktor belum diambilnya dana BLSM oleh RTS banyak faktor, seperti sedang ada di perantauan, pindah rumah, dan meninggal. Persentase warga yang merantau lanjut dia, lebih besar dibanding dengan dua faktor tadi. Tiarsa berjanji akan melayani pencairan asalkan tidak ada verifikasi ulang mengenai data. Sebab, pemerintah daerah berencana mendata ulang penerima karena dianggap banyak yang salah sasaran. “Selama belum ada data baru kamu pasti melayani sisa yang belum tersalurkan karana itu hak mereka,” ucap Tiarsa yang diamini Kordiantor BLSM, Triono. Ditanya mengenai pencairan tahap II? Pria asli Sunda ini mengatakan, diperkirakan antara September. Jadi, program ini ditargetkan kelar pada November. Mengenai lancarnya penyaluran tidak terlepas dari kerja keras karyawan pos yang dibantu oleh pihak kepolisian, TNI dan aparat desa. Pada penyaluran tahap II juga diharapkan seperti ini dan kemungkinan bisa karena berkaca dari pengalaman. Seperti diketahui meski penyaluran berjalan lancar, banyaknya penerima yang salah sasaran menjadi masalah tersendiri, sehingga mejadi konflik di desa. Untuk meredam gejolak di masyarakat yang tidak masuk jatah, diambil jalan tengah, yakni pihak desa melakukan pemotongan dari mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dan dibagikan kepada yang belum menerima. Pemotongan ini tidak dibenarkan, namun dengan dalih hasil musyawarah akhirnya dibenarkan. Akibat banyak salah sasaran di beberapa daerah para kepala desa berencana melakukan aksi demo ke pemerintah pusat. (mus)
Rp1,3 M BLSM Belum Diambil
Rabu 17-07-2013,13:03 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,03:58 WIB
6 Mobil Bekas Murah yang Layak Dibeli Sekarang, Nyaman untuk Touring, Irit BBM, Tangguh dan Ramah Kantong
Kamis 23-07-2026,19:07 WIB
Cari Mobil Harian yang Irit BBM dan Stylish, 6 Pilihan Suzuki Ini Punya Fitur Lengkap serta Harga Menarik
Kamis 23-07-2026,16:41 WIB
Provinsi Pasundan Bagian I
Jumat 24-07-2026,05:14 WIB
Daftar HP Mewah Oppo Terbaru 2026, Kamera Hasselblad dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Kamis 23-07-2026,16:50 WIB
Ruwatan saat Demo di Cirebon Bikin Heboh, Ada Pesan Moral untuk Para Pejabat
Terkini
Jumat 24-07-2026,15:02 WIB
Bocah 9 Tahun yang Hilang Dua Hari Ditemukan Meninggal Mengambang di Sungai Cipelang Widasari
Jumat 24-07-2026,14:31 WIB
Era Kuota Hangus Berakhir, Setidaknya Ada 4 Hal yang Bakal Terjadi, Pemerintah Harus Tegas
Jumat 24-07-2026,14:16 WIB
Ivar Jenner Nyusul ke Timnas, Simak Komentar Jujur John Herdman, Harapan Fans Garuda Makin Melambung
Jumat 24-07-2026,14:08 WIB
Kemarau Panjang, Ratusan KK di Blok Kesambi Andalkan Bantuan Air Bersih Pertamina
Jumat 24-07-2026,13:57 WIB