Ok
Daya Motor

Sanggup 100 Persen UNBK?, Zaman Cyber Masih Kurang Komputer

Sanggup 100 Persen UNBK?, Zaman Cyber Masih Kurang Komputer

Ujian Nasional Berbasis (UNBK) Komputer baru dilaksanakan April 2018. Kendati demikian, ancang-ancang persiapan sudah harus dilakukan dari sekarang. Untuk UNBK ini bukan perkara mudah. Sekolah harus siap dengan beragam perangkat pendukungnya. Sudah siap? DINAS Pendidikan Kota Cirebon berusaha menggenjot target sekolah siap UNBK tahun 2018. Dari data yang dihimpun Radar, tiap tahunnya memang ada penambahan sekolah yang melaksanakan UNBK. Sejak 2016 yang hanya satu sekolah, hingga 2017 yang diikuti 10 sekolah. Kurangnya fasilitas serta jaringan internet yang belum memadai menjadi masalahnya. Dari hasil rekap disdik, baru empat sekolah yang siap UNBK. Meski begitu, bukan berarti sekolah lain tidak berupaya. Justru disdik ingin semuanya mengupayakan agar 100 persen ujian tanpa pensil dan kertas. \"Kami sudah pendataan ke sekolah-sekolah tingkat SMP. Baru empat sekolah yang menyanggupi,\" ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik, Muh Uu Suhaemi, kepada Radar,  kemarin. Disdik sendiri menginginkan sekolah melakukan terobosan. Salah satu upayanya menggali dana partisipasi masyarakat. Sumbernya bisa dari orang tua, komite maupun pihak lainnya yang berkontribusi, termasuk alumni. Uu buru-buru menegaskan, dana partisipasi itu bukan bersifat pungutan. Melainkan sumbangan atau dana bantuan yang diberikan secara sukarela. Dengan begitu, ada kemungkinan sekolah dapat menyelenggarakan UNBK dengan bantuan sukarela yang disebutkan tadi. \"Ini boleh dan bisa dilakukan, asal kita tidak berupa pungutan. Kita tekankan ini untuk bantuan dan ada dasarnya,\" katanya. Pernyataan Uu tersebut berdasar pada Permendikbud 75/2016 tentang komite sekolah. Artinya, baik orang tua maupun komite sekolah dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan UNBK dengan bantuan yang diberikan tanpa paksaan dan tekanan. Dicontohkan Uu, SMPN 8 Cirebon yang sudah memulai untuk melaksanakan dana partisipasi masyarakat. Setelah mendapat dana, sekolah tersebut membangun dua lokal jaringan untuk kepentingan UNBK mendatang. Artinya, tidak menutup kemungkinan sekolah lain dapat mengikuti cara SMPN 8 Cirebon guna melaksanakan UNBK secara mandiri di sekolah. \"Kemarin kami motivasi SMPN 8 Cirebon untuk berusaha, salah satunya memanfaatkan dana PSM itu, ternyata memang bisa. Kalau SMPN 8 Cirebon saja bisa, sekolah lain harusnya bisa,” katanya. Tapi, kalaupun sekolah dirasa tidak mampu untuk menggelar UNBK secara mandiri, disdik sudah menyiapkan solusi. Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah V Disdik Jabar, sudah membuka opsi peminjaman ruangan tingkat SMA. Hal tersebut sangat disarankan, artinya sarana dan prasarana yang mencakup fasilitas di dalamnya itu bisa digunakan sementara oleh SMP yang belum bisa menggelar UNBK sendiri. \"Dari balai kemarin memberikan kemudahan,” tuturnya. Uu juga mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk dapat jujur soal kondisi sekolahnya. Bila dirasa tidak berkenan menyelenggarakan UNBK mandiri, diminta langsung lapor. Dari pendataan ini selanjutnya akan diserahkan ke Balai V Disdik Jabar. Selain bertumpu pada perangkat milik sekolah, disdik juga tetap menyiapkan skema untuk pendukung lainnya. Terutama sifatnya peminjaman perangkat terutama laptop milik guru, orang tua murid atau milik siswa. “Tinggal kita instal aplikasinya, langsng dapat digunakan. Dengan cara-cara seperti itu tentunya dapat meringankan beban sekolah,\" tandasnya. (novrila mayang pangesti)  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: