Investasi Bodong Sasar Pekerja Migran Asal Indramayu
Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan bagi PMI Indramayu dengan tema “Membangun Kemandirian Keuangan Pekerja Migran Pra dan Purna”.-Adun Sastra-Radar Indramayu
INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Penipuan dengan modus investasi, kian marak dengan menyasar pekerja migran asal INDRAMAYU yang menjadi korban.
Untuk itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengingatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan investasi bodong.
Bupati Lucky menegaskan, pelaku penipuan biasanya menawarkan program investasi dengan imbalan hasil tinggi yang menggiurkan, namun tidak memiliki dasar hukum dan legalitas yang jelas.
"Modus penipuan ini menyasar PMI yang belum memahami literasi keuangan. Akibatnya, mereka tidak berpikir panjang dan asal melakukan investasi,” ujar Lucky Hakim dihutip dari Harian Radar Cirebon.
Pernyataan tersebut disampaikan Lucky saat menghadiri kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan bagi PMI, Jumat 6 Februari 2026.
BACA JUGA:Dorong Ekonomi Daerah, OJK Cirebon Perkuat KUR dan Pembiayaan UMKM di Indramayu
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Kemandirian Keuangan Pekerja Migran (Pra dan Purna)”, digelar di Swiss-Belinn Indramayu Hotel.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib serta Branch Manager BNI Indramayu Moch Dicky Garkiyadi.
Selain investasi bodong, Lucky juga mengingatkan bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal yang kini semakin marak.
Ia meminta para PMI, baik pra maupun purna, untuk selalu memastikan legalitas lembaga jasa keuangan sebelum berinvestasi atau meminjam dana.
"Sebelum meminjam atau berinvestasi, tanyakan dulu ke OJK. Apakah lembaga tersebut terdaftar dan diawasi OJK atau tidak. Kalau tidak terdaftar, jangan sekali-kali berinvestasi maupun meminjam uang,” tegasnya.
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Kerusakan Jalan, Pantura Indramayu Bak Ranjau bagi Pengendara
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

