BPS Terjunkan 1.592 Petugas untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Indramayu
Kepala BPS Kabupaten Indramayu Dudi Barmana saat menjelaskan kegiatan SE2026 yang kini sedang berlangsung di Kabupaten Indramayu, Jumat (19/6/2026).-Anang Syahroni-radarcirebon
INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026, di Kabupaten INDRAMAYU sendiri BPS menerjunkan sejumlah 1.592 petugas untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026 di Kabupaten INDRAMAYU.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten INDRAMAYU, Dudi Barmana menyatakan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sedang dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni 2026, yang mekanisme pendataan secara door to door dari rumah ke rumah di setiap Rukun Tetangga (RT).
“Ke setiap RT, jadi dari satu RT selesai nanti pindah ke RT selanjutnya, satu petugas pendapat tugas 6 sampai 10 RT tergantung jumlah muatan RT-nya,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Untuk memudahkan proses pendataan, petugas juga sudah dibekali prelist (data awal) yang memudahkan petugas saat melakukan verifikasi data di lapangan seperti keluarga, rumah, atau usaha, yang menjadi target sasaran SE2026.
BACA JUGA:APQ Awards 2026 Dorong Transformasi Pertamina Lewat Ratusan Inovasi Bernilai Nyata
Dalam menjalankan tugas, Dudi mengungkapkan ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalani petugas sensus diantaranya harus mengelilingi bangunan tiap RT tersebut mulai dari barat daya, secara zig zag, dan setiap bangunan harus dikunjungi semua tidak ada yang terlewatkan.
“Di Indramayu ada lebih dari 800 ribuan usaha tapi jumlah itukan bisa lebih banyak lagi, jumlah itu yang akan didata petugas secara door to door. Semua yang ada di prelist itu bisa dijelaskan apakah bisa ditemukan atau tidak ditemukan atau ganda atau sudah tutup, nanti bisa dijelaskan,” tuturnya.
Petugas SE2026 setiap hari harus melakukan pendataan karena BPS telah menargetkan sampai akhir bulan Juni 2026 setidaknya 10 persen dari target, Juli 2026 selesai 50 persen, dan Agustus selesai 100 persen. Sehingga dalam waktu 2,5 bulan proses SE2026 selesai 100 persen.
Dudi mengungkapkan untuk SE2026 berbeda dengan Sensus Ekonomi 10 tahun lalu yang pendataan masih bersifat manual gunakan kertas, di tahun ini Sensus Ekonomi berbasis aplikasi gunakan smartphone. Untuk menyelesaikan pendataan satu rumah petugas setidaknya membutuhkan waktu antara 30- 60 menit tergantung banyaknya jumlah anggota keluarga.
BACA JUGA:Lombok Pride! MAXi Tour Boemi Nusantara Hadirkan Sensasi Lombok 360, Jelajahi Alam, Budaya dan Pesisir Eksotis
“Ada tagging lokasi juga, ketika singgah di rumah koresponden langsung tagging kemudian wawancarai sampai selesai, yang jelas semua penghuni rumah harus diwawancarai semua jangan sampai terlewati, ketika selesai datang langsung dikirim,” terangnya.
Untuk memastikan proses pendataan SE2026 berjalan lancar tanpa kendala dilapangan, BPS juga telah menyiapkan satu orang pengawas yang nanti bertugas untuk mengawasi kinerja 8 petugas sensus, dan akan membantu kendala yang dihadapi petugas sensus saat dilapangan. Petugas juga sebelum melakukan pendataan harus terlebih dahulu meminta ijin kepada pemerintah Desa, RT, dan RW.
Dudi berpesan kepada petugas SE2026 yang saat ini tengah menjalankan tugasnya agar turun dilapangan, wawancarai koresponden sebaik mungkin, isi data secara valid sesuai kondisi sebenarnya. Sehinga data yang dihasilkan adalah data yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Indramayu agar menyambut baik kedatangan petugas SE2026, tanyakan surat tugas, kemudian memberikan jawaban yang sebenarnya atau jujur, karena jawaban jujur menentukan kualitas hasil data.
BACA JUGA:Yamaha Siapkan Hadiah GEAR ULTIMA Special Collaboration untuk Pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2026
“Sensus ekonomi digelar 10 tahun sekali hal yang sangat jarang, BPS bisanya hanya menyajikan data level Kabupaten, tapi kalau SE bisa menyajikan data sampai level RT sehingga bisa diketahui berapa banyak warga di tiap RT itu yang berusaha atau bekerja. Bisa melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat juga, karena kita sajikan sampai tingkat RT. Data ini juga bisa dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan pemerintah,” kata Dudi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

