Debit Irigasi Menurun, Belasan Ribu Hektare Sawah Kandanghaur Berpacu Hindari Kekeringan
ANCAMAN: Petani sedang melakukan aktivitas bertani, di Kabupaten Indramayu khususnya di wilayah Kecamatan Kandanghaur terancam alami krisis air.-Anang Syahroni-radarcirebon
INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM – Sekitar 13.000 hektare sawah di wilayah INDRAMAYU bagian barat (Inbar) khususnya di Kecamatan Kandanghaur terdampak krisis air karena turunnya debit air di saluran irigasi musim kemarau ini.
Hal ini menjadi perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu untuk melakukan berbagai upaya dalam mengatasi resiko kekeringan di wilayah Kecamatan Kandanghaur tersebut yang saat ini sedang melakukan normalisasi saluran di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan pihaknya tengah mengebut normalisasi saluran secara intensif untuk mengatasi persoalan krusial ini.
Mulai dari pengerukan sedimen lumpur terus dilakukan agar aliran air dari bendung utama bisa menjangkau area sawah terdampak yang posisinya berada di ujung saluran distribusi, dan keterbatasan debit musiman membuat optimalisasi infrastruktur menjadi satu-satunya jalan keluar.
BACA JUGA:Curanmor di Cirebon, Motor Karyawan Toko Raib Saat Parkir, Aksi Pelaku Terekam CCTV
“Terdampak krisis air di Kecamatan Kandanghaur, dari Desa Bugis hingga Desa Wirakanan, serta mencakup wilayah pertanian di Desa Soge dan Desa Parean, dengan total panjang saluran irigasi mencapai sekitar 20 kilometer,” ujarnya. Senin (6/7/2026).
Sugeng menyebut pengerjaan penanganan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) saat ini dinilai masih belum memadai untuk mengejar kecepatan pengeringan lahan sawah warga di wilayah Kecamatan Kandanghaur.
Selain fokus membenahi wilayah Kandanghaur, DKPP Indramayu juga terus memantau titik kritis lain yang berada di Sungai Pembuang Sewo. Di lokasi tersebut, saat ini sedang dilakukan pembendungan secara darurat guna mencegah masuknya intrusi air laut dari kawasan Ujung Gebang yang dapat merusak kualitas tanah pertanian.
Air tawar hasil bendungan tersebut nantinya akan diangkat menggunakan fasilitas mesin pompa bantuan dari Kementerian Pertanian untuk dialirkan langsung ke sawah-sawah tadah hujan di sekitarnya. Penggunaan pompa ini diharapkan mampu memitigasi efek buruk krisis air di Kandanghaur dan sekitarnya agar tidak semakin memburuk.
BACA JUGA:Popwilda Jabar 2026 Dibuka di Cirebon, Sekda Tekankan Sportivitas dan Karakter Atlet Muda
“Penanganan darurat di saluran Kandanghaur sendiri sebenarnya sudah berjalan sejak seminggu terakhir dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada agar musim tanam gadu atau musim tanam kedua pada tahun ini tetap bisa berjalan maksimal dan berproduksi secara baik meski berada di tengah kepungan kemarau,” kata Sugeng. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

