Indramayu Barat Terancam Krisis Air, 13 Ribu Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Indramayu Barat terancam krisis air. Sebanyak 13 ribu hektare sawah di Kandanghaur terancam kekeringan, DKPP percepat normalisasi irigasi. Ilustrasi foto-Freepik-
RADARCIREBON.COM – Ancaman kekeringan mulai menghantui kawasan pertanian di wilayah Indramayu bagian barat.
Sekitar 13.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Kandanghaur berpotensi mengalami krisis air akibat menurunnya debit saluran irigasi selama musim kemarau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Berbagai langkah darurat kini dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap menjangkau areal pertanian sehingga musim tanam kedua atau musim tanam gadu dapat berlangsung sesuai rencana.
BACA JUGA:Gowes Menyusuri Tebing Walikukun, Permata Tersembunyi di Tapal Batas Cirebon - Majalengka
BACA JUGA:Wasit Francois Letexier, Dulu Pulangkan Timnas Indonesia U-23, 'Berulah' di Laga Mesir vs Argentina
Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan salah satu upaya yang saat ini diprioritaskan adalah normalisasi saluran irigasi.
Pengerukan sedimentasi lumpur dilakukan agar aliran air dari bendung utama dapat mengalir hingga ke bagian hilir yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menurutnya, optimalisasi jaringan irigasi menjadi solusi paling efektif di tengah terbatasnya debit air saat musim kemarau.
"Wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kandanghaur, mulai dari Desa Bugis hingga Desa Wirakanan, termasuk areal persawahan di Desa Soge dan Desa Parean. Total panjang saluran yang sedang ditangani mencapai sekitar 20 kilometer," ujar Sugeng, Selasa (7/7/2026).
Normalisasi Irigasi Dipercepat
Sugeng menjelaskan, pekerjaan normalisasi yang dilakukan bertujuan memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian yang berada di ujung saluran irigasi.
Selama musim kemarau, endapan lumpur yang menumpuk menyebabkan aliran air semakin terhambat sehingga banyak sawah berisiko mengalami kekeringan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

