H Mulyadi Jadi Pemateri FKDB–Polri, Dorong Aksi Nyata Ketahanan Pangan Nasional
Tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, H Mulyadi SE (kiri), menjadi pemateri FKDB–Polri dan menyampaikan sejumlah gagasan terkait penguatan ketahanan pangan nasional.-Adun Sastra-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, H Mulyadi SE, menarik perhatian para tokoh nasional yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB).
Bahkan membuat jajaran kepolisan di lingkungan Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri ikut mengapresiasi langkah anak desa dalam ikut menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional yang digagas oleh Pemerintah Indonesia.
Dalam kegiatan bertajuk Pendampingan dan Pembinaan Polri pada Program FKDB dalam Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Budidaya Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) yang berlangsung di Best Western Premier The Hive, Jakarta, Rabu (15/7/2026), H Mulyadi jadi pemateri FKDB–Polri dan menyampaikan sejumlah gagasan terkait penguatan ketahanan pangan nasional.
Kehadirannya mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian di lingkungan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.
BACA JUGA:Ubah Ide Bisnis Jadi Produk Nyata, IPB Cirebon Sukses Gelar UMKM Day 2026
BACA JUGA:Perumda Pasar Pantau Kenaikan Harga Ayam dan Telur Pascaberoperasinya MBG
Kiprah H Mulyadi dinilai menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat turut berkontribusi dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Dalam paparannya, H Mulyadi menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dicapai hanya melalui diskusi, seminar, maupun kegiatan seremonial.
Menurutnya, seluruh anggota FKDB harus terlibat langsung di lapangan agar mampu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani.
"Saya mengajak seluruh anggota FKDB untuk tidak hanya fokus pada teori atau kegiatan di hotel. Kita harus turun langsung ke lapangan agar benar-benar memahami kondisi riil dan bagaimana penanganannya," tegas H Mulyadi di hadapan peserta forum.
BACA JUGA:Musda Golkar Kuningan Diusulkan Agustus 2026, Dukungan untuk ASM Kian Menguat
BACA JUGA:Elkan Baggott Punya Klub Baru! Millwall Resmi Rekrut Bek Timnas Indonesia dari Ipswich Town
Ia menjelaskan, pendekatan langsung kepada masyarakat akan menghasilkan pemetaan persoalan yang lebih akurat sehingga solusi yang diberikan juga lebih tepat sasaran.
Bagi H Mulyadi, pendampingan terhadap petani menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, ketersediaan air, hingga peningkatan produktivitas hasil pertanian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

