Daya Motor

Tak Tidur Demi Dapat Air, Kisah Petani Indramayu Melawan El Nino Godzilla

Tak Tidur Demi Dapat Air, Kisah Petani Indramayu Melawan El Nino Godzilla

Tak tidur demi dapat air, petani Indramayu menghadapi dampak El Nino Godzilla. Krisis air mengancam musim tanam dan potensi kerugian petani.-Anang Syahroni-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Fenomena El Nino "Godzilla" yang memicu musim kemarau lebih panjang mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Indramayu

Memasuki musim tanam gadu (MT II), banyak petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengolah lahan, bahkan harus rela berjaga semalaman agar sawah mereka mendapat aliran irigasi.

Kondisi tersebut terjadi di kawasan Blok Sampang, Kecamatan Jatibarang, yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Indramayu. 

Di daerah ini, para petani menghadapi tantangan berat karena debit air terus menurun, sementara kebutuhan air meningkat seiring dimulainya musim tanam kedua.

BACA JUGA:Sinergi Astra Isuzu Perkuat Kemandirian Desa Girinata Lewat Program Lingkungan dan Kesehatan

Situasi ini membuat persaingan mendapatkan air semakin ketat. 

Petani yang memiliki sawah di bagian tengah hingga ujung hamparan menjadi pihak yang paling terdampak karena aliran air sering kali sudah habis sebelum mencapai lahan mereka.

Adi (42), seorang petani asal Kecamatan Jatibarang, mengaku tidak memiliki pilihan selain menghabiskan malam di area persawahan untuk memastikan air dapat mengalir ke lahannya.

"Kalau tidak dijaga semalaman, sawah yang berada di tengah hampir pasti tidak akan kebagian air," ujarnya, Minggu (19/7/2026).

BACA JUGA:Pengakuan Jujur John Herdman Bikin Optimistis, Ada Perubahan Besar di Timnas Indonesia

Menurut Adi, saat ini hampir seluruh petani di wilayah tersebut memasuki masa tanam secara bersamaan. 

Akibatnya, kebutuhan air meningkat drastis, sementara pasokan dari saluran irigasi tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Meski pemerintah telah menerapkan sistem pembagian jadwal pengairan, kondisi di lapangan masih jauh dari ideal. 

Pasalnya, wilayah hulu juga sedang membutuhkan air untuk keperluan tanam sehingga distribusi air menjadi semakin terbatas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait