Petani Kongsijaya Manfaatkan Drone Sprayer, Penyemprotan Padi Lebih Cepat, Efisien, dan Aman
KEREN: Drone sprayer yang digunakan petani Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari menebarkan obat untuk tanaman padi.-Anang Syahroni-radarcirebon
INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM – Seiring perkembangan teknologi di sektor pertanian dan semakin berkurangnya tenaga buruh tani.
Semakin berkembang juga pola pikir petani di wilayah yang menjadi sentra pertanian di Jawa Barat dalam sistem budidaya tanaman padi, menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) bukan saja saat pengolahan lahan, dan panen, diantaranya mulai dari penggunaan traktor roda 4, mesin tanam (transplanter), hingga mesin panen (combine harvester), yang sudah hampir merata digunakan oleh para petani.
Namun selain itu, terdapat Alsintan yang mulai digunakan oleh beberapa petani di Kabupaten Indramayu yakni drone sprayer saat pemberian obat-obatan pada tanaman padi mereka.
Seperti yang dilakukan petani di Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Rahayu 4 yang mulai gunakan drone sprayer dalam kegiatan budidaya tanaman padi mereka.
BACA JUGA:Cari Mobil Murah? Ini Mobil Bekas Harga 50 Juta Rekomendasi 2026 yang Masih Banyak Diburu
“Perorangan, tapi ini program kelompok tani (Poktan) Sri Rahayu empat, Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari, penggunaannya menyesuaikan minat dari anggota,” ucap tokoh petani sekaligus anggota Poktan Sri Rahayu 4, Tomy. Minggu (26/7/2026).
Dikatakan, Tomy penggunaan drone prayer memiliki memiliki kelebihan selain sangat efisiensi dalam hal waktu, penggunaannya juga sangat membantu petani terutama saat pemberian obat untuk tanaman padi mereka dibandingkan dengan cara konvensional.
Dalam hal efisiensi waktu, dijelaskan Tomy, penggunaan drone prayer benar-benar tepat waktu terutama waktu penyemprotan karena stomata daun itu hanya terbuka ketika pagi sekitar sekitar pukul 06.00 WIB sampai batas maksimal pukul 09.30, sehingga dengan penggunaan drone lebih cepat dan lebih merata dalam pemberian obat ke tanaman padi.
“Optimalisasi obat yang kita terapkan di tanaman betul-betul bisa terserap, sementara gunakan teknologi secara konvensional membutuhkan waktu lama kadang-kadang banyak lalai tidak merata,” ujarnya.
BACA JUGA:Rekomendasi Mobil Bekas Harga 50 Juta Tahun 2026, Irit BBM, Nyaman, dan Cocok untuk Aktivitas Harian
Kemudian pada proses praying lebih merata hamburan obat-obatan yang spray lebih merata dibandingkan yang manual, penggunaan alsintan seperti drone sprayer budidaya padi atau sektor pertanian tidak lagi dipandang seolah-olah ketika terjun ke sektor pertanian harus kotor-kotoran basah-basahan.
Sehingga, sambung Tomy penggunaan drone sprayer menjadi satu bukti bahwa ber budidaya padi lebih bersih higienis dan lebih tertata.
Dari sisi kesehatan gunakan drone sprayer kita bisa lebih meminimalisir paparan efek kimia dari obat-obatan sawah kepada manusia. Sementara teknologi lama petani mau tak mau harus menghirup udara yang sudah bercampur dengan obat-obatan itu.
“Ada beberapa kasus dilapangan orang sedang spray obat kemudian keracunan tiba-tiba meninggal di lahan itu kita minimalisir, penggunaan drone ini sebagai solusi mulai langkanya keberadaan buruh tani, jadi mau tak mau membutuhkan bantuan teknologi terutama daerah yang buruh taninya sedikit,” paparnya.
BACA JUGA:Rekomendasi Cafe di Cirebon yang Cocok untuk Ngadem, Suasananya Tenang dan Bikin Betah Berlama-lama
Sedangkan dari segi biaya penggunaan drone tak jauh berbeda dengan menggunakan tenaga manusia secara konvensional, yang dialihkan untuk sewa drone dan penggunaan obat-obatan yang digunakan, namun dari segi yang menguntungkan lebih cepat dari segi waktu, obat yang digunakan lebih merata tersebar ke tanaman padi.
Selain itu kelebihan lainnya, petani juga diberikan tim pengawas dan formulator, petani selalu diingatkan interval jadwal penyemprotan dan dosis atau takaran penggunaan obat tanaman.
“Lebih efisien waktu perhektara hanya membutuhkan waktu 20 menit saja, kalau cara konvensional dengan menggunakan 3 orang butuh waktu seharian. Kita kerjasama dengan pihak swasta ada kelebihan lagi ada edukasi bagi petani terkait dosis yang harus diterapkan ke sawah mereka, karena ada tim pengawas dan formulatornya,” kata Tomy. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

