Kekeringan di Indramayu Makin Parah, Debit Air Bendungan Cipancuh Nol, Ribuan Hektare Sawah Terancam
Kekeringan di Indramayu kian parah. Bendungan Cipancuh mengering dengan debit nol, mengancam ribuan hektare sawah dan produksi padi musim gadu.-Anang Syahroni-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Kekeringan di Indramayu semakin mengkhawatirkan. Bendungan Cipancuh di Kecamatan Haurgeulis kini dilaporkan mengalami kekeringan total dengan debit air mencapai angka nol.
Kondisi tersebut membuat ribuan petani di wilayah Indramayu bagian barat harus berjuang memenuhi kebutuhan air untuk mengairi sawah yang tengah memasuki musim tanam gadu.
Selama tiga hari terakhir, dasar Bendungan Cipancuh hanya menyisakan beberapa titik genangan air.
Bahkan, sebagian warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari ikan di area bendungan yang telah mengering.
BACA JUGA:Viral Kasus GTC Bongkar Fakta Mengejutkan, Warga Kota Cirebon Merasa Dipalak
BACA JUGA:Kenapa Parkir di Minimarket Seharusnya Gratis? Simak Penjelasan BPKPD Kota Cirebon
Situasi ini menjadi pukulan berat bagi petani, terutama di Kecamatan Haurgeulis yang selama ini sangat bergantung pada pasokan air dari Bendungan Cipancuh.
Kini, satu-satunya harapan mereka hanyalah aliran Sungai Cipunegara yang debitnya juga terbatas.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, H. Sutatang, mengatakan laporan yang diterimanya menunjukkan Bendungan Cipancuh sudah tidak lagi mampu menyuplai kebutuhan irigasi.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi yang saat ini berada pada fase yang berbeda-beda.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Mobil Bekas 50 Juta yang Masih Layak Dibeli, Irit BBM dan Nyaman Dipakai
Sebagian tanaman sudah memasuki fase vegetatif menuju generatif atau mulai membentuk anakan.
Sebagian lainnya telah memasuki fase bunting atau primordia, yakni masa menjelang munculnya malai padi.
Bahkan, masih ada lahan yang baru memasuki masa tanam pertama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

