Ritual Mandi Grujug di Indramayu, Ratusan Warga Datangi Sumur Pengantin di Tengah Malam
Ritual Mandi Grujug di Indramayu diikuti ratusan warga tengah malam.-Anang Syahroni-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Ratusan warga memadati area Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tepat tengah malam pada Selasa (25/8/2026).
Mereka datang untuk mengikuti ritual Mandi Grujug, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut digelar setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah, bertepatan dengan momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Warga mengikuti ritual dengan mandi menggunakan air dari sebuah sumur tua yang berada di lingkungan Masjid Pusaka Baiturrahmah Dermayu.
BACA JUGA:Desil Warga Majalengka Tiba-tiba Berubah, Dinsos Ungkap Siapa yang Menentukan
BACA JUGA:5 Abad Panjang Jimat, Puncak Pelal Digelar Malam Ini, Simak Makna Simbol dan Filosofinya
Masyarakat setempat mengenalnya sebagai sumur pengantin.
Sejak malam hari, warga mulai berdatangan. Mereka mengikuti prosesi secara bergantian agar dapat menggunakan air dari sumur yang selama ini dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual.
Mandi Grujug, Tradisi Islam dan Budaya Pesisir Indramayu
Budayawan Kabupaten Indramayu, Nang Sadewo, mengatakan Mandi Grujug merupakan salah satu kekayaan ritus masyarakat pesisir.
BACA JUGA:Muktamar NU 2026 Segera Digelar, 557 Pemilik Suara Sudah Terverifikasi
BACA JUGA:Bukan Warga Cirebon, Ini Alasan Andri Satria Dipilih Jadi Dirut PDAM Tirta Giri Nata
Tradisi tersebut memperlihatkan pertemuan antara budaya lokal dengan nilai-nilai Islam yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut dia, Mandi Grujug tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid Nabi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
