Daya Motor

Terungkap! Kontrakan Jadi Pabrik Skincare Ilegal di Cirebon, Produksi Kosmetik Diduga Mengandung Merkuri

Terungkap! Kontrakan Jadi Pabrik Skincare Ilegal di Cirebon, Produksi Kosmetik Diduga Mengandung Merkuri

Sebuah rumah di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, diberi garis polisi karena diduga menjadi lokasi produksi skincare ilegal berbahan merkuri.-Khoerul Anwarudin-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COMKontrakan jadi pabrik skincare ilegal di Cirebon. Kasus ini mengejutkan warga sekitar. 

Itu setelah sebuah rumah sewa di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, diduga digunakan sebagai lokasi produksi kosmetik ilegal berbahan berbahaya. 

Rumah yang sebelumnya tampak seperti hunian biasa itu kini lengang usai digerebek aparat Bareskrim Polri.

Pantauan di lokasi pada Kamis (21/5/2026), rumah kontrakan tersebut tampak tertutup rapat tanpa aktivitas apa pun. 

BACA JUGA:Pabrik Skincare Cirebon Digeledah Polisi, Diduga Gunakan Merkuri

BACA JUGA:Manuel Neuer Balik Bela Jerman di Piala Dunia 2026, Ini Daftar Lengkap Skuadnya

Garis polisi berwarna kuning dengan tulisan “Dilarang Melintas” masih membentang di sejumlah akses masuk bangunan, terutama di bagian belakang dan sisi samping rumah.

Suasana di sekitar lokasi pun tampak sepi. Warga memilih tidak banyak beraktivitas di area sekitar rumah sejak penggerebekan dilakukan beberapa hari sebelumnya. 

Kasus ini pun menjadi perhatian karena rumah yang selama ini dianggap biasa ternyata diduga menjadi bagian dari praktik produksi skincare ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Penghuni Rumah Dikenal Tertutup

BACA JUGA:Perbandingan Jumlah Trofi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, CR7 Tambah Gelar Bersama Al Nassr tapi Masih Ter

Salah seorang warga sekitar, Siti Aam, mengaku terkejut saat mengetahui rumah kontrakan itu diduga menjadi tempat produksi kosmetik ilegal berbahan merkuri

Menurutnya, rumah tersebut sudah ditempati sekitar tiga bulan oleh empat pria pendatang yang dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Ia menuturkan, selama tinggal di lingkungan tersebut, para penghuni rumah hampir tidak pernah terlihat membaur. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait