Dramatis! IRT di Kuningan Coba Akhiri Hidup dengan Pisau Dapur, Berhasil Diselamatkan Petugas
Dengan pendekatan yang sabar dan penuh kehati-hatian, sejumlah petugas membujuk seorang ibu rumah tangga (IRT) diduga hendak mencoba mengakhiri hidupnya menggunakan sebilah pisau dapur di salah satu wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin 8 J-hasil tangkap layar-
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Suasana di salah satu wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten KUNINGAN, mendadak tegang setelah seorang ibu rumah tangga (IRT) diduga mencoba mengakhiri hidupnya menggunakan sebilah pisau dapur, Senin 8 Juni 2026.
Aksi nekat perempuan berusia 41 tahun tersebut dipicu persoalan keluarga yang diduga membuatnya mengalami tekanan psikologis berat.
Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan berkat kesigapan keluarga, warga, dan petugas gabungan yang segera datang ke lokasi kejadian.
BACA JUGA:Kasus Bunuh Diri Anak Meningkat, Pemerintah Resmi Luncurkan SKB Kesehatan Jiwa Anak
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anggota keluarga dan warga sekitar yang melihat kondisi korban.
Menyadari situasi berbahaya, mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Menerima laporan tersebut, personel dari Polsek Cigugur, Koramil, dan petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban masih memegang pisau dapur dan berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil.
Situasi pun berlangsung cukup menegangkan karena korban beberapa kali menangis histeris sambil mengancam akan melukai dirinya apabila ada yang mendekat.
Proses negosiasi dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas berupaya menenangkan korban sembari menjaga agar situasi tetap terkendali dan tidak membahayakan keselamatan siapa pun.
BACA JUGA:Pria Bunuh Diri di Depok Tinggalkan Surat untuk KDM: Berharap Bapak Menolong Saya, Tapi
Kapolsek Cigugur AKP Kuswa menjelaskan, pihaknya langsung mengambil langkah koordinasi dengan instansi terkait setelah mengetahui kondisi korban diduga berkaitan dengan masalah psikologis.
Menurutnya, setelah berdialog dengan warga dan suami korban, petugas memutuskan untuk meminta bantuan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan guna memberikan pendampingan yang lebih tepat.
"Kami melihat persoalan ini berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Karena itu kami berkoordinasi dengan UPTD PPA agar penanganannya dapat dilakukan secara profesional," ujar AKP Kuswa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

