Daya Motor

Kronologi Pengamen vs Pengunjung di Pusat Kuliner GTC Cirebon Berujung Baku Hantam

Kronologi Pengamen vs Pengunjung di Pusat Kuliner GTC Cirebon Berujung Baku Hantam

Pengamen vs Pengunjung di Pusat Kuliner GTC Cirebon viral usai baku hantam diduga dipicu penolakan memberi uang. Pengelola kini siapkan larangan masuk.-Tangkapan layar-

RADARCIREBON.COM – Video pengamen vs pengunjung di pusat kuliner Gunungsari Trade Centre (GTC), Pasar Gunungsari, Kota Cirebon, viral di media sosial.

Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi sekitar 43 detik itu memicu perhatian publik karena dinilai mengganggu rasa aman dan nyaman pengunjung di salah satu pusat kuliner malam di Kota Cirebon.

Dalam video yang beredar, terlihat adu mulut hingga aksi saling dorong yang berujung baku hantam antara pengamen dan pengunjung.

Kejadian tersebut diduga dipicu setelah pengunjung menolak memberikan uang kepada pengamen.

BACA JUGA:Viral Pengamen Diduga Ajak Ribut Pengunjung di Kawasan Kuliner GTC Cirebon, Warga Pertanyakan Keamanan

Berdasarkan informasi yang beredar, saat itu rombongan pengunjung tengah menunggu pesanan makanan sambil berbincang.

Beberapa pengamen kemudian menghampiri dan meminta uang. Meski penolakan disampaikan secara baik-baik, situasi justru memanas hingga berujung keributan.

Owner Meogja dan Gudang Oyster, Kiki Khoirunnisa, mengungkapkan bahwa berdasarkan penuturan pelanggan, rombongan yang berjumlah lima orang terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki itu awalnya telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf saat menolak memberi uang.

"Customer bilang sudah minta maaf sampai empat kali, tetapi pengamen tetap memaksa dan bahkan mengeluarkan kata-kata yang menghina istrinya. Sebagai suami, tentu customer tidak terima," ujar Kiki.

BACA JUGA:Kata-kata John Herdman Usai Indonesia Dibantai Vietnam, Bongkar Masalah Utama Penyebab Kekalahan Pahit

Menurutnya, adu mulut kemudian tidak dapat dihindari. Salah seorang pengamen disebut menantang pengunjung hingga akhirnya terjadi aksi saling pukul.

Sejumlah warga dan pengunjung lain berusaha melerai agar situasi tidak semakin memburuk.

Kiki mengatakan, saat kejadian terdapat tiga pengamen di lokasi. Ia menilai satu orang masih bersikap tenang, sementara dua lainnya diduga berada di bawah pengaruh minuman keras karena berbicara tidak jelas.

"Saya langsung meminta mereka untuk tidak lagi mengamen di kawasan GTC karena sudah membuat suasana tidak kondusif. Salah satu pengamen yang masih tenang kemudian meminta maaf dan berjanji tidak akan kembali mengamen di sini," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait