Daya Motor

Breaking News! Tongkang Bermuatan Batu Bara Miring di Laut, Diduga Tumpahkan Muatan Saat Menuju Cirebon

Breaking News! Tongkang Bermuatan Batu Bara Miring di Laut, Diduga Tumpahkan Muatan Saat Menuju Cirebon

Kondisi tongkang pengangkut batu bara miring -Dede Adhitama-

RADARCIREBON.COM – Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara tujuan Pelabuhan Cirebon dilaporkan mengalami miring di tengah pelayaran akibat dihantam gelombang tinggi.

Insiden tersebut diduga menyebabkan sebagian muatan batu bara tumpah ke laut dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan perairan.

Informasi yang dihimpun dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, kapal tunda TB SELYWIN 2 menggandeng tongkang BG VIMAR TRANS 301 yang mengangkut batu bara sebanyak 7.525 metrik ton (MT) milik PT Indojaya Trans Samudra.

Kapal tersebut diawaki 10 anak buah kapal (ABK) dan dinakhodai JWA.

BACA JUGA:Klarifikasi RSD Gunung Jati Soal Kasus Viral di TikTok: AAS Sudah Bukan Karyawan, Catut Nama Wadir

"Berdasarkan kronologi, kapal bertolak dari Dermaga Sungai Lilin, Palembang, pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 17.46 WIB dengan tujuan Pelabuhan Pelindo Cirebon," katanya.

Namun saat memasuki perairan sekitar 70 mil dari Selat Bangka pada Minggu, 26 Juli 2026, tongkang mulai mengalami kemiringan di sisi kiri setelah diterjang gelombang tinggi akibat cuaca buruk selama pelayaran," ucapnya kepada radarcirebon.com, Selasa, 4, Agustus 2026

Karena terkendala sinyal komunikasi, nahkoda belum dapat segera melaporkan kondisi tersebut kepada pihak perusahaan.

Kondisi tongkang terus memburuk. Saat berada di koordinat 05°00'200" LS - 107°40'813" BT, sebagian muatan batu bara dilaporkan mulai tumpah ke laut akibat kemiringan tongkang yang semakin parah.

BACA JUGA:Jangan Asal Murah! Begini Cara Memilih Mobil Listrik Bekas agar Tidak Rugi

Nahkoda baru berhasil menghubungi pihak perusahaan pada Jumat, 31 Juli 2026, ketika kapal berada di wilayah perairan Balongan.

Laporan disampaikan dengan meminta bantuan kapal TB FREED 15 yang sedang melintas menggunakan fasilitas komunikasi Starlink.

Selanjutnya, saat melintas di sekitar perairan Tanjung Tanah, nahkoda kembali berkomunikasi dengan perusahaan untuk menyampaikan perkembangan kondisi tongkang yang terus mengalami kemiringan.

"Kapal tongkang akhirnya tiba di perairan Cirebon pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, pihak perusahaan dilaporkan telah melakukan survei sebagai langkah awal penanganan dan persiapan proses pengapungan tongkang," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait