Korban Penipuan Oknum Dinkes Majalengka Rugi Nyaris Rp700 Juta, Desak Polisi Percepat Penyidikan
Korban penipuan suplai bahan baku MBG, Ammer Mourad R Bersama kakaknya Wafa Silvana Husein melaporkan terduga pelaku yang merupakan oknum Dinkes Majalengka ke polisi.-Ono Cahyono-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Kasus dugaan penipuan oleh oknum Dinkes Majalengka memasuki babak baru.
Dugaan penipuan ini melibatkan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka.
Korban bersama keluarganya kembali mendatangi Mapolres Majalengka untuk mempertanyakan perkembangan proses penyidikan atas laporan yang telah mereka ajukan beberapa bulan lalu.
Korban mengaku mengalami kerugian hampir Rp700 juta setelah mengikuti kerja sama penyediaan bahan baku untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diduga ternyata hanya bersifat fiktif.
BACA JUGA:Jadwal Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya: Jam Tayang, Lokasi, dan Siaran Langsung
Kedatangan korban ke Mapolres Majalengka pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertujuan meminta kepastian terkait progres penanganan perkara yang dinilai berjalan cukup lama.
Ammer Mourad, selaku korban, mengatakan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) serta bukti penerimaan laporan dari kepolisian.
Namun, hingga kini ia masih menunggu perkembangan signifikan dalam proses penyelidikan.
Menurut Ammer, laporan tersebut awalnya diajukan melalui laporan pengaduan pada 10 Maret 2026 sebelum akhirnya meningkat menjadi laporan polisi (LP) pada 6 Juli 2026.
"Kami datang untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kasus ini. Semua dokumen dan bukti transaksi sudah kami serahkan kepada penyidik," ujarnya.
Berawal dari Tawaran Kerja Sama Pengadaan Bahan Baku MBG
Ammer menjelaskan, persoalan bermula ketika dirinya ditawari kerja sama untuk memasok bahan baku ke sejumlah dapur penyelenggara program MBG.
Pada awal kerja sama, seluruh aktivitas terlihat berjalan normal. Pengiriman dilakukan secara rutin setiap pekan disertai nota pembelian, laporan penutupan transaksi, hingga komunikasi yang membuat bisnis tersebut tampak berjalan sebagaimana mestinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

