Ledakan Berulang Terdengar dari Gudang Kimia di Cirebon, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
Petugas memadamkan api di gudang kawasan Pergudangan Royal Techno Park-Dede Adhitama-
RADARCIREBON.COM – Kebakaran hebat melanda dua bangunan gudang di kawasan Pergudangan Royal Techno Park, Jalan Kalijaga, Kabupaten Cirebon, Minggu, 4, Oktober 2026.
Kobaran api membesar hingga terdengar beberapa kali ledakan dari dalam gudang.
Gudang tersebut diketahui digunakan untuk menyimpan bahan baku kimia. Ledakan diduga berasal dari tiner yang disimpan di dalam sejumlah drum.
Kasi Tanggap Darurat Damkar Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan api pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil pemadam dari Pos Pangenan untuk melakukan penanganan.
BACA JUGA:Dua Gempa Guncang Sumba dan Aceh dalam Selang 42 Menit, Begini Penjelasan Ahli
Namun, besarnya kobaran api membuat bantuan tambahan harus didatangkan. Petugas Damkar Kabupaten Cirebon mendapat dukungan dari Damkar Kota Cirebon hingga total 10 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
“Awalnya kami instruksikan Pos terdekat, Pos Pangenan, satu unit untuk proses pemadaman. Karena api membesar, kemudian mendapat bantuan dari Damkar Kota Cirebon,” ucapnya Minggu, 4, Oktober 2026.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi gudang cukup sulit, sementara di kawasan tersebut tidak tersedia hidran yang dapat digunakan sebagai sumber air.
Kobaran api juga merembet ke area tempat pembuangan sampah. Sejumlah ban bekas ikut terbakar sehingga menghasilkan asap hitam pekat yang membubung tinggi dan menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman.
BACA JUGA:Dampak El Nino Godzilla, Air Waduk Jatigede Surut
“Yang terbakar gudang penyimpanan bahan kimia. Asap cukup tebal dan hitam karena api merembet ke tempat sampah, termasuk ban bekas,” katanya.
Sedikitnya dua bangunan gudang dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut. Sebanyak sekitar 60 personel pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan api, dibantu personel TNI dan Polri.
Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali, mengingat material yang terbakar merupakan bahan kimia.
Dalam proses penanganan, seorang anggota Damkar juga mengalami sesak napas. Kondisi tersebut diduga akibat paparan asap tebal dari lokasi kebakaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
