Dampak KA Ciremai Tertahan Longsor, KAI Daop 3 Cirebon Minta Maaf
KA Ciremai tertahan longsor di jalur Maswati-Sasaksaat. KAI Daop 3 Cirebon minta maaf.-KAI Daop 3 Cirebon-
Sebagai langkah cepat, KAI langsung mengerahkan tim prasarana ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor serta memastikan kondisi jalur aman dilalui.
Proses penanganan dilakukan secara intensif dengan koordinasi antarpetugas di lapangan.
BACA JUGA:Pria Indramayu Bikin Prabowo Bangga, Ini Dia Momen Spesial Sugianto dan Presiden di Istana Korea
Selain itu, KAI juga melakukan evakuasi terhadap rangkaian KA Ciremai yang sempat tertahan.
Penumpang mendapatkan penanganan lanjutan sesuai standar pelayanan, termasuk pengalihan moda transportasi.
“Untuk penumpang yang terdampak, kami melakukan oper stapen, yaitu pengalihan perjalanan menggunakan moda transportasi lain seperti bus menuju stasiun tujuan akhir,” tambah Muhibbuddin.
Sementara itu, untuk KA Harina dilakukan rekayasa perjalanan dengan rute memutar melalui jalur Bandung–Kroya–Prupuk–Tegal guna menghindari lokasi terdampak longsor.
KAI memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penumpang maupun awak kereta dalam kondisi selamat.
Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat yang terjadi di jalur operasional.
Setelah upaya penanganan dilakukan secara maksimal, jalur rel akhirnya dapat dilalui kembali pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.20 WIB.
Namun, untuk tahap awal, kereta hanya diperbolehkan melintas dengan kecepatan terbatas sekitar 5 km/jam.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan hingga jalur dapat dilalui dengan kecepatan normal,” jelasnya.
KAI Daop 3 Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan, termasuk dalam menghadapi kondisi darurat seperti bencana alam.
Informasi terbaru terkait perjalanan kereta api juga akan terus diperbarui melalui kanal resmi perusahaan.
Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi perjalanan sebelum berangkat, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional transportasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
