Daya Motor

Dedi Mulyadi Ancam Pecat Kepala Sekolah Jika Ada Titipan Siswa di Sekolah Maung

Dedi Mulyadi Ancam Pecat Kepala Sekolah Jika Ada Titipan Siswa di Sekolah Maung

Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi beri peringatan tegas kepada para kepala sekolah agar tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses penerimaan siswa baru di Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mulai membuka pendaftaran pada 25 hingga 29 Mei 2026.-Dok Radarcirebon-radarcirebon

BANDUNG, RADARCIREBON.COMDedi Mulyadi menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip dalam proses penerimaan siswa baru di Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mulai membuka pendaftaran pada 25 hingga 29 Mei 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Dedi seiring dimulainya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 khusus bagi calon siswa Sekolah Maung, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, sekolah unggulan yang dipersiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) itu diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan akademik maupun nonakademik terbaik.

BACA JUGA:Sekolah Maung Dikritik di Cirebon, Akademisi Soroti Risiko Diskriminasi dan Konflik Sosial

Karena itu, seluruh proses seleksi harus berjalan secara objektif, transparan, dan berintegritas.

“Tidak boleh sekolah unggul ada titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” ujar Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa baru wajib menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

Ia meminta seluruh pihak menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip sekolah unggulan, termasuk intervensi dari pihak luar yang mencoba meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi.

Dedi bahkan mengaku tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan dalam proses penerimaan siswa baru.

BACA JUGA:Jangan Asal Daftar! Pendaftaran Sekolah Maung SMAN 2 Cirebon Bisa Bikin Peluang Masuk SMA Negeri Tertutup

“Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,” katanya.

Selain sanksi administratif, Pemprov Jabar juga memastikan akan memproses hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan atau praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa Sekolah Maung.

Menurut Dedi, budaya titip siswa tidak boleh merusak tujuan utama pembentukan sekolah unggulan yang diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berprestasi.

“Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait