Pelaku Usaha Kuliner Lokal Sulit Masuk Mal, Wagub Jabar Usulkan Sewa Lebih Murah
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dorong adanya regulasi afirmatif yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk berkembang dan bersaing di pusat-pusat perbelanjaan modern.-Biro Adpim Jabar-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Erwan Setiawan, mendorong lahirnya regulasi afirmatif yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha kuliner lokal.
Agar berkembang dan bersaing di pusat-pusat perbelanjaan modern.
Pernyataan tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri Opening Ceremony Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 yang digelar Asosiasi Franchise Indonesia di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026.
BACA JUGA:SMA Telkom Sekarkemuning Cirebon Resmi Jadi Sekolah Mitra Program Sekolah Maung
Menurut Erwan, keberadaan restoran khas Indonesia di pusat perbelanjaan modern masih jauh lebih sedikit dibandingkan restoran asing.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam dan berpotensi menjadi kekuatan ekonomi nasional.
Ia menilai salah satu faktor utama yang membuat pelaku usaha kuliner lokal sulit berkembang di mal besar adalah tingginya biaya sewa tempat usaha.
Akibatnya, banyak pelaku usaha lokal tidak mampu bersaing dengan jaringan restoran besar maupun merek internasional yang memiliki modal lebih kuat.
“Restoran Indonesia di mal besar paling hanya satu atau dua. Kenapa? Karena kita sulit bersaing dari sisi harga,” ujar Erwan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mendukung adanya kebijakan khusus yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha lokal, salah satunya melalui skema harga sewa yang lebih terjangkau di pusat perbelanjaan modern.
BACA JUGA:FORMASI Soroti Seleksi Direktur PDAM Cirebon, Minta Bebas Kepentingan Politik
Erwan menegaskan, di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, Jawa Barat harus terus adaptif dengan menciptakan berbagai peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah mendorong penguatan kewirausahaan melalui sistem kemitraan dan franchise.
Menurutnya, pameran IFBC 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha, UMKM, investor, calon mitra bisnis, hingga masyarakat yang ingin memulai usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

