Daya Motor

Provinsi Jawa Barat Bakal Ganti Nama, Mengapa Harus Tatar Sunda, Bukan Galuh?

Provinsi Jawa Barat Bakal Ganti Nama, Mengapa Harus Tatar Sunda, Bukan Galuh?

Provinsi Jawa Barat bakal berganti nama menjadi Provinsi Tatar Sunda, kendati demikian banyak yang mempermasalahkan penamaan tersebut.-Foto: Info Bandung Kota/IG-RADARCIREBON.COM

RADARCIREBON.COM - Kembali ada wacana jika Jawa Barat bakal berganti nama. Rencananya provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia ini, akan berganti nama menjadi Tatar Sunda.

Banyak yang pro dan kontra terhadap rencana ganti nama tersebut. Yang kontra pun mempertanyakan mengapa harus Sunda atau Tatar Sunda sebagai pengganti Jawa Barat.

Yang pro pun memiliki alasan tersendiri. Di antaranya sebagian besar warga Jawa Barat itu bersuku bangsa Sunda. Sehingga Provinsi Sunda adalah pilihan yang paling tepat.

Salah satu yang mempertanyakan mengapa harus Provinsi Tatar Sunda adalah Waskita Adijarto, dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB).

BACA JUGA:Haaland Tak Terbendung, Brasil Apes

“Kenapa harus namanya Tatar Sunda ya? Bagaimana dengan kerajaan kuno Galuh? Make Galuh Great Again,” dalam tulisannya.

Menurutnya, setelah Kerajaan Tarumanegara, di Jawa Barat ada Kerajaan Galuh, Pakuan Padjajaran dan Sunda. Selama ratusan tahun, kerajaan-kerajaan itu berkuasa.

Dia memprediksi, jika Provinsi Tatar Sunda dipaksakan, bakal terjadi perpecahan di Jawa Barat. Bukan itu saja, para ahli sejarah bisa “berkelahi” membahas soal ini. Terutama soal Pakuan Pajajaran versus Sunda versus Galuh.

Dia pun mengusulkan agar mencontoh Inggris. “Mungkin seperti Inggris saja ya, jadinya 'United Kingdom' atau 'Sunda Raya'. Istilah Tatar Sunda jadi jalan tengah,” tandasnya.

BACA JUGA:Belanja Harian Makin Sat Set, Atta Halilintar dan Aurel Dukung Shopee Instant 1 Jam Tiba

Apalagi jika melihat sejarah, batas Sunda - Galuh adalah Sungai Citarum. Sekarang ini sebagian wilayah Sunda masuk wilayah Banten. Sementara sebagian besar wilayah Jawa Barat sekarang merupakan bekas kekuasaan Galuh.

Pendapat Waskita Adijarto dibantah oleh akun Middle Class Worker. Akun ini menyebut jika Galuh, Pakuan Pajajaran dan Sumedang Larang itu pecahan Kerajaan Sunda.

Menurutnya, nama bisa kerajaan berganti-ganti, tapi sukunya tetap Sunda. “Sama kayak Jawa, mau Majapahit, Singosari, Kediri, Demak, Pajang, Mataram, tetep saja Wong Jowo,” tandasnya.

Akun itu menguraikan Sunda itu sama dengan Jawa. Orang Jawa akan menolak jika hanya disebut Mataram, Demak atau Majapahit. Mereka akan menerima jika disebut orang Jawa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait