Jawa Barat jadi Provinsi Tatar Sunda, Bisa Contoh Papua, Saatnya Bangga dengan Nama Lokal
Pro kontra muncul terkait rencana perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda.-Foto: Ist via GNFI-RADARCIREBON.COM
RADARCIREBON.COM - Banyak yang menyambut baik rencana perubahan nama Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Perubahan nama ini bisa mencontoh Papua.
Bukan itu saja, alasan perubahan nama bukan hanya persoalan sejarah belaka. Tetapi juga momen dan kebanggaan untuk menggunakan nama lokal, seperti sudah terjadi di banyak tempat.
Pendapat itu datang dari Berly Martawardaya, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).
Dengan nama lokal “Tatar Sunda” akan menjadi simbol kebanggaan dan keanekaragaman budaya.
BACA JUGA:Tak Memungkinkan ke Jakarta, Korban Penganiayaan Jalani Visum Ulang di RSD Gunungjati Cirebon
Menurutnya, nama Provinsi Tatar Sunda atau yang lain, bisa mencerminkan semangat masyarakatnya. Terutama yang beraneka suku, adat, dan bahasa, namun tetap dalam bingkai NKRI.
“Perubahan dari Jawa Barat menjadi Tatar Sunda juga menjadi bukti bagaimana Indonesia menghormati aspirasi masyarakat lokal,” tulisnya baru-baru ini.
Dengan perubahan nama, tandasnya, bisa menjadi upaya memperkuat persatuan. Selain itu juga bisa menghargai keberagaman identitas daerah.
Bahkan jika suatu ketika terjadi perubahan nama dari Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia.
BACA JUGA:Provinsi Jawa Barat Bakal Ganti Nama, Mengapa Harus Tatar Sunda, Bukan Galuh?
“Setiap nama memiliki makna dan konteks zamannya—mulai dari semangat perjuangan kemerdekaan hingga pengakuan identitas asli masyarakat setempat,” tegasnya sosok yang mengaku keturunan Cirebon ini.
Pernyataan tersebut, akunya, bukan keluar dari pimpinan DPRD atau petonggi Pemda Jawa Barat. Tapi penjelasan di website KPU Papua Pegunungan tentang perubahan nama Irian menjadi Papua.
Disebutkan, perubahan nama itu terjadi pada 31 Desember 1999 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Karena itu dirinya berharap perubahan nama dari Irian Jaya menjadi Papua ini menjadi inspirasi lahirnya Provinsi Tatar Sunda.
“Saya tukar, dengan mohon maaf dan permohonan pemakluman) Irian dengan Tatar Sunda supaya dapat perspektif dan kemiripan situasinya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

