Daya Motor

Rencana Perubahan Nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda, Singgung Keberadaan Badak Jawa

Rencana Perubahan Nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda, Singgung Keberadaan Badak Jawa

Populasi badak jawa tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon.-Foto: Stephen Belcher/Dok. Balai Taman Nasional Ujung Kulon/International Rhino Foundation-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Diskusi soal rencana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda akhirnya kian tidak fokus. Bahkan sampai menyinggung keberadaan nama Badak Jawa.

Bukan itu saja, diskusi yang ramai di media sosial itu juga menyinggung soal suku Sunda yang jumlahnya mayoritas di Jawa Barat. Bahkan suku terbanyak nomor dua di Indonesia.

Yang mengaitkannya antara Tatar Sunda, suku Sunda dan Bandak Jawa itu di antaranya adalah postingan yang ditulis akun Algazel, penggiat media sosial. 

“Betul, suku sunda juga ke-2 terbesar di indonesia dan ke-4 di Asia Tenggara, sekali lagi kedua ke-2 dan ke-4,” tulisnya.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Samsung 1 Jutaan Juli 2026, Spek Makin Gahar Harga Tetap Bersahabat, Bisa untuk Roblox

Menurut dia, dengan posisi itu, sudah seharusnya pemerintah mengembalikan identitas Sunda. Hal itu sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Akun itu juga menyinggung soal Rhonocerus Sondaica yang tiba-tiba diganti menjadi Badak Jawa. “Kami diam ketika Rhinocerus Sondaica diganti,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, Rhinoceros sondaica adalah nama ilmiah untuk Badak Jawa. Satwa ini merupakan satu spesies mamalia paling langka di dunia dari famili Rhinocerotidae. 

Hewan herbivora endemik Indonesia ini memiliki ciri khas bercula satu berukuran kecil dan kulit yang menyerupai baju zirah.

BACA JUGA:HP Samsung 1 Jutaan dengan RAM Besar Terbaik 2026, Layar 90Hz, Cocok untuk Mobile Legends  

Saat ini, habitat alami satu-satunya di dunia untuk spesies ini berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Dulu masuk ke dalam Provinsi Jawa Barat. Walau berada di Bumi Pasundan, badak tersebut diberi embel-embel nama “Jawa”.

Namun pernyataan Algazel itu langsung dibantah oleh akun Flucifer, yang juga penggiat media sosial. Menurutnya, Rhinoceros sondaica tak pernah berganti nama. “Nama ilmiahnya tetap sama,” tandasnya.

Dijelaskannya, dulu namanya hanya badak, tanpa ada embel-embel Jawa atau Sunda. Hanya saja kata ‘Jawa’ pada Badak Jawa itu mengacu pada habitatnya yang ada di Pulau Jawa.

Nama Badak Jawa, tegasnya, untuk membedakan dengan Badak Sumatera, yang habitatnya di Pulau Sumatera. Jadi dari dulu tidak ada perubahan nama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait