Tatar Sunda Diprediksi Bakal Terpecah, Saatnya Cirebon jadi Provinsi
Pro kontra muncul terkait rencana perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda.-Foto: Ist via GNFI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Diskusi soal perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, kian liar. Bahkan ada yang memprediksi jika provinsi ini akan terpecah.
Prediksi ini datang dari akun Omsenank di media sosial. Akun ini juga menyarankan agar Cirebon segara menjadi provinsi, terpisah dari Tatar Sunda.
Agar tidak terpecah belah, akun ini mengingatkan untuk meninjau ulang rencana penggunaan nama Provinsi Tatar Sunda.
BACA JUGA:Viral Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Simak Penjelasan Lengkap Ono Surono
Alasannya, selain Cirebon berpeluang menjadi provinsi, juga Tatar Sunda akan terpecah. Setidaknya Tatar Sunda bakal terpecah menjadi 2 provinsi yakni Pakuan dan Galuh.
Diuraikannya, Provinsi Pakuan akan terdiri dari Bogor dan sekitarnya, serta Jawa Barat bagian barat. Sementara Provinsi Galuh akan meliputi Bandung dan wilayah timur Jawa Barat.
Apa penyebabnya Tatar Sunda bakal terpecah? “Hubungan Bogor dan Bandung itu gak erat sejak dulu kala,” tulis akun tersebut.
Diungkapkannya, Bogor merasa tak membutuhkan Bandung. Bogor lebih dekat dan membutuhkan Jakarta.
BACA JUGA:Rencana Perubahan Nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda, Singgung Keberadaan Badak Jawa
Begitu pula sebaliknya. Bandung yang merasa lebih besar dan kompleks, tentu lebih tak membutuhkan Bogor. “Ego kewilayahan kelihatan banget. Masing-masing pada gak mau kalah,” tandasnya.
Dicontohkan soal jalan tol Bandung - Bogor. Sepertinya tak ada kebutuhan mendesak dan penting untuk membuat jalan tol yang menghubungkan Bandung dengan Bogor itu.
“Kayak gak butuh gitu. Masak dari Bogor mau ke Bandung dan sebaliknya itu kalau mau cepet harus lewat provinsi lain dulu. Harus ke Jakarta dulu,” jelasnya.
Sekarang ini, menurutnya, Bandung hanya membutuhkan pelabuhan besar saja. Seperti zaman dulu ketika Kerajaan Sunda memiliki Pelabuhan Sunda Kelapa atau Jakarta sekarang ini.
“Masalahnya sekerang Sunda Kelapa, Tanjung Priok sudah milik provinsi lain,” jelas akun ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

