Daya Motor

Kosgoro Jabar: Jawa Barat Saat Ini Telah Dihuni Masyarakat yang Heterogen dengan Beragam Suku dan Etnis

Kosgoro Jabar: Jawa Barat Saat Ini Telah Dihuni Masyarakat yang Heterogen dengan Beragam Suku dan Etnis

Ketua Kosgoro Jabar Rommy Arief Hidajat-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda terus menuai polemik. Karena rencana tersebut perlu ada kajian yang mendalam.  

Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Jabar, Rommy Arief Hidajat SE kepada Radar Cirebon, Selasa (7/7/2026) mengatakan, rencana perubahan nama provinsi Jawa barat menjadi Provinsi Tatar Sunda  mestinya perlu kajian yang mendalam dan komprehensif dari berbagai sektor sebelum diputuskan.

Hal ini dikarenakan wilayah Jawa Barat saat ini telah dihuni oleh masyarakat yang heterogen dengan beragam suku dan etnis.

Rommy, menyampaikan bahwa keterlibatan para sejarawan, tokoh masyarakat, hingga filolog sangat penting dalam proses pengkajian ini. Menurutnya, usulan tersebut tidak boleh hanya didasarkan pada pandangan kelompok akademisi atau golongan tertentu saja.

BACA JUGA:Tatar Sunda Diprediksi Bakal Terpecah, Saatnya Cirebon jadi Provinsi

"Perlu pengkajian yang mendalam, baik dari sejarawan, tokoh masyarakat, maupun filolog yang ada di Jawa Barat. Bukan hanya dari akademisi atau kelompok tertentu, karena sudah banyak mutis-etnis yang mendiami tanah Jawa Barat," ujar Rommy.  

Selain dari aspek historis dan budaya, lanjut Rommy,  dampak sosial juga menjadi poin krusial yang harus diperhitungkan. Ia menekankan perlunya melihat relevansi perubahan nama ini di era globalisasi dan kolaborasi saat ini.

Dikhawatirkan, perubahan nama yang sensitif dapat memicu sentimen primordial atau perpecahan antar-SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Lebih lanjut, Rommy mengimbau agar energi masyarakat dan pemerintah lebih diarahkan pada hal-hal yang bersifat mendesak, seperti peningkatan taraf hidup, kesejahteraan masyarakat, serta penanganan masalah defisit APBD yang tengah dihadapi Jawa Barat saat ini.

BACA JUGA:Viral Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Simak Penjelasan Lengkap Ono Surono

Menurutnya, pelestarian tradisi dan kejayaan budaya masa lalu tetap bisa diwariskan melalui berbagai kegiatan seni budaya di setiap kabupaten/kota tanpa harus mengubah nama provinsi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman suku dan budaya di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, merupakan pilar penting yang memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rommy menyampaikan,  Sejarah panjang kota Jakarta menyimpan banyak kisah menarik, salah satunya adalah proses peralihan nama dari Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Perubahan nama ini tidak lepas dari peristiwa politik, pertempuran besar, serta kondisi sosial masyarakat pada masa lampau.

Menurut Rommy, wilayah Sunda Kelapa pada awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Namun, wilayah strategis ini kemudian berhasil dimerdekakan oleh gabungan kekuatan dari Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten, bersama dengan beberapa kesultanan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait