Daya Motor

Gempa M 4,1 Guncang Pangandaran Sabtu Sore, Terasa hingga Tasikmalaya dan Cianjur

Gempa M 4,1 Guncang Pangandaran Sabtu Sore, Terasa hingga Tasikmalaya dan Cianjur

BMKG mengumumkan telah terjadi gempa tektonik magnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Sabtu (8/8/2026) sore. -BMKG-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Sabtu 8 Agustus 2026 sore.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,1.

Gempa terjadi pada pukul 16.59.57 WIB. Episenter berada di koordinat 8,10 Lintang Selatan dan 107,88 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

BACA JUGA:Selat Sunda Diguncang Gempa Bumi Tektonik M 5.5, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya

BMKG mencatat gempa tersebut berada pada kedalaman 24 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar aktif di bawah laut.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Di antaranya Tasikmalaya dan Cianjur, dengan skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat bergoyang.

Pada intensitas III MMI, getaran terasa lebih nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Meski gempa dirasakan di beberapa daerah, hingga laporan tersebut diterbitkan belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di sekitar lokasi gempa. Hingga pukul 17.30 WIB, monitoring BMKG **belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan**.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi."

"BMKG mengingatkan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai gempa maupun potensi gempa susulan hanya melalui kanal resmi," kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Dr Hartanto ST MM dalam keterangan tertulisnya.

Informasi resmi BMKG dapat diakses melalui situs dan kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs BMKG dan InaTEWS, serta aplikasi resmi BMKG.

"BMKG hingga saat ini masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut," pungkas Hartanto. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait