Daya Motor

90 Karhutla Terjadi di Jawa Barat hingga Agustus 2026, Sumedang Paling Banyak

90 Karhutla Terjadi di Jawa Barat hingga Agustus 2026, Sumedang Paling Banyak

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat memperketat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan patroli hutan sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.-Dishut Provinsi Jawa Barat-

BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat meningkat seiring datangnya musim kemarau.

Kondisi cuaca yang lebih kering dan rendahnya curah hujan membuat sejumlah wilayah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kebakaran.

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat pun memperketat langkah pencegahan dengan meningkatkan patroli di kawasan rawan serta memperkuat koordinasi bersama berbagai pihak.

BACA JUGA:Kebakaran TPA Ciniru Sulit Dipadamkan, Angin Kencang Bikin Api Terus Meluas

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana mengatakan, upaya pencegahan dilakukan sejak dini untuk menekan potensi terjadinya karhutla.

Patroli Berkala

Menurutnya, patroli berkala menjadi salah satu langkah penting untuk memantau kondisi kawasan hutan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujar Dodit.

Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk menghindari pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan.

Masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan hutan juga diingatkan untuk memastikan api unggun benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Puntung rokok pun tidak boleh dibuang sembarangan, terutama di kawasan yang vegetasinya mulai mengering.

Jika menemukan asap atau indikasi titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas atau instansi terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin.

BACA JUGA:Rentetan Kebakaran Terjadi di Kuningan, Rumah dan Lahan Warga Jadi Sasaran Api

Kewaspadaan tersebut menjadi penting karena kondisi kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Penurunan kadar air pada tanaman, ditambah rendahnya curah hujan, dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase