Daya Motor

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Badan Geologi Temukan Indikasi Likuefaksi Tanah

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Badan Geologi Temukan Indikasi Likuefaksi Tanah

Logo Badan Geologi --

BANDUNG, RADARCIREBON.COMGempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi kemarin, tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan.

Badan Geologi Kementerian ESDM mengidentifikasi sejumlah potensi bahaya ikutan yang perlu diwaspadai masyarakat.

Bahaya tersebut meliputi gerakan tanah, retakan tanah, tsunami, hingga likuefaksi. Identifikasi awal dilakukan berdasarkan dokumentasi dan laporan kondisi lapangan setelah gempa dengan kedalaman sekitar 15 kilometer tersebut.

BACA JUGA:Update Gempa NTT M 7,7: Korban Tewas Jadi 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan sejumlah dokumentasi menunjukkan dampak guncangan yang cukup kuat.

Kerusakan antara lain berupa retakan pada dinding, kerusakan komponen bangunan, hingga sebagian struktur bangunan yang mengalami keruntuhan.

Selain kerusakan bangunan, terdapat pula laporan mengenai air yang keluar dari dalam tanah setelah gempa.

“Selain dampak langsung berupa guncangan, kami juga mengidentifikasi adanya beberapa bahaya ikutan, di antaranya adalah tsunami, gerakan tanah, retakan tanah, serta indikasi likuefaksi,” kata Lana di Bandung.

Air Keluar dari Tanah di Waekokak-Mbay

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian Badan Geologi adalah laporan keluarnya air dari dalam tanah di kawasan Waekokak-Mbay setelah gempa terjadi.

Fenomena tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, secara awal, keluarnya air dari tanah dapat berkaitan dengan proses likuefaksi.

BACA JUGA:235 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG: Proses Peluruhan Bisa 2-3 Minggu

Likuefaksi merupakan kondisi ketika tanah yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut dapat membuat tanah mengalami perubahan sifat dan berpotensi memengaruhi kestabilan bangunan di atasnya.

Badan Geologi juga mencatat adanya tsunami kecil yang teramati di Bonea, Selayar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase