Daya Motor

Sekda Jabar Ungkap Kunci UMKM Naik Kelas: Bukan Cuma Modal, Tapi Berani Lawan Rasa Takut

Sekda Jabar Ungkap Kunci UMKM Naik Kelas: Bukan Cuma Modal, Tapi Berani Lawan Rasa Takut

Sekda Jabar Herman Suryatman mendorong 1.000 UMKM naik kelas-Biro Adpim Jabar-

BANDUNG, RADARCIREBON.COM– Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat didorong tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi berani mengembangkan usaha hingga naik kelas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat menilai, keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada besarnya modal maupun strategi bisnis.

Faktor yang tak kalah penting adalah pola pikir dan keberanian pelaku usaha dalam menghadapi berbagai risiko.

BACA JUGA:Peluang UMKM di Industri Fashion Muslim di Indonesia Semakin Terbuka

Pesan tersebut disampaikan Sekda Jabar saat menghadiri kegiatan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi 1.000 Pelaku UMKM Mikro dan Kecil serta Executive Seminar bertajuk “AKU KAMU KITA Bergerak Bersama Membangun Bisnis UMKM Indonesia”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Blessing Room Convention Center D'Botanica Hotel, Kota Bandung, Rabu 2 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Sekda Jabar meminta para pelaku UMKM membangun keyakinan sebelum mengambil keputusan untuk mengembangkan bisnis.

Menurutnya, tidak semestinya pelaku usaha memiliki alasan untuk berhenti bertumbuh.

Langkah menuju usaha yang lebih besar, kata dia, justru harus dimulai dari perubahan cara berpikir.

“Tidak ada alasan pokoknya semua yang hadir di sini UMKM-nya harus naik kelas, dan itu mulai dari pikiran. Mulai dari pikiran, sesederhana itu,” ujar Sekda.

BACA JUGA:Laptop Bekas Rp1 Jutaan Ini Masih Layak, Ada 3 Model Bisnis dengan RAM 8GB dan SSD Cocok untuk Kerja dan UMKM

Ia mengatakan, rasa takut kerap menjadi penghambat pelaku UMKM untuk mengambil langkah lebih besar.

Bahkan sebelum mencoba, sebagian pelaku usaha sudah dihantui kekhawatiran produknya tidak laku, mengalami kerugian, atau mendapat penolakan dari pasar.

“Persoalannya belum apa-apa kita semuanya sudah takut. Takut enggak laku, takut rugi, takut ditolak. Itu yang membuat Bapak Ibu sulit naik kelas, ya pikiran Bapak Ibu sendiri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait